Jadilah Pelopor….

keadilan

 

Advertisements

Kecelakaan Sepeda Di tabrak Motor di Cikarang Baru :

Posted by Wawan @ CikarangBaru@yahoogroups.com
Kemarin sekitar Jam  4 sore ( Jan.29,2013 )  tiba-tiba di depan NetCOMM Rame oleh Kendaraan yang berhenti dan banyak orang berlarian. Saya pun langsung melihat kedepan. Ternyata ada yang tertabrak Motor saat menyebrang Jalan. Waktu itu saya hanya melihat Ibu-Ibu yang bawa motor berboncengan dengan anaknya sehabis pulang sekolah. Anak tersebut jatuh…saya pikir beliau yang tertabrak.
Setelah si Ibu itu jalan lagi, saya kaget di pinggir jalan ada anak yg bawa sepeda sedang kesakitan. Tidak tahunya Zaki. Beliau anaknya Pak Hilman. Ternyata Zaki ini lah yang tertabrak motor si Ibu dan tertimpa sepedanya ketika akan menyebarang Jalan. Spontan saya Bawa Zaki ke NetCOMM dan di cek luka-lukanya dan saya beri Obat Luka. Zaki saat itu Pucat dan masih Kaget.  Saya telp Pak Hilman dan Tak lama Ibunda Zaki dan Kakaknya datang ke NetCOMM. Alhamdulillah Zaki hanya luka-luka ringan di Kaki dan Tangannya.  Semoga Zaki segera sembuh dan bisa beraktifitas kembali.
Cikarang Baru memang semakin ramai saja setiap harinya. Jadi kita mesti selalu Waspada dan hati-hati kalau di Jalan Raya. Mau Nyebrang Jalan saja Susah. Mau Berbelok diperempatan saja sulit. Motor dan Mobil nggak mau pada ngalah…coba lihat di perempatan Tarum Barat/Pom Bensin..disitu saja Ribet. Sampe2 Satpamnya An-Nur Pusing ngaturnya.kadang tidak mau memberi kesempatan buat yg mau menyebrang atau yang mau belok dari arah lain.  Jadinya hukum “Semau Gue” dipake…
Para members milist sepertinya tidak ada yg bersikap demikian. Kita selalu upayakan Sopan dan Santun di jalan. Kalau ada yg mau menyebrang atau berbelok dipersilahkan dan diberikan kesempatan.
Salam,
Wawan
Komentar dan Tanggapan yang disampaikan member milist :
Yups
kecuali mau melahirkan atau keburu ngompol di celana
Baru tuh boleh “SEMAU GUWE”FYI, Perempatan Delta Silicon Lembah Hijau yang kemrn di infokan Pak hengky, sekarang tiap pagi udh macet banget, karena selain jalan yang sempit, juga masih banyak motor mobil selonang selonong KEBELET PIPIS itu tadi, ga mau nunggu antrean lampu

CABEE DEH
Novi diah S

Kota industri yg belum siap dengan kemungkinan2 yg akan terjadi kedepanya…..
Jadi study bandingnya mungkin sambil ngantuk dulunya….,he he hesalam,
gzl

Firman wrote:

Baca dulu UULL bagian sepeda dan pejalan kaki.
Mereka DIUTAMAKAN
Bahkan jika motor/mobil nabrak kambing pun bisa saja motor/mobil yang salah, dab itu diatur di UU tersebut

On Jan 31, 2013 9:21 AM, “Harminto Andi” <handip@gmail.com> wrote:

wuaahh… kacau juga tuh yg nabrak

Jarak dari mobil ke sepeda saya perkirakan lumayan jauh, kemungkinan besar si pengendara motor sudah bisa melihat sepeda (yang akan kekanan), tapi karena (biasanya) sepeda jalannya lambat, mungkin si pengendara motor gak rela jalannya dipotong sama sepeda karena akan memperlambat jalannya, jadi dia gak mau kasih jalan, jadinya nabrak deh.
Tapi itu hanya analisa saya saja, bisa saja pengendara sepedanya yg belok kanan secara mendadak untuk menghindari mobil, Tapi tetap aja, penabraknya gak tanggung jawab banget, mungkin karena takut juga dia.
salam

andi

Orang tua korbanpun berkomentar :
From: Hilman [mailto:Hilman.Hilman@Mattel.com]

P’Wawan,

Terimakasih atas pertolongannya terhadap Zaki Selasa sore (kemaren), kebetulan pada waktu terima telp saya sedang di west plant dan situasi jalanan padat, jadi saya minta istri dan anak sulung segera  ke tempat P’wawan.

Terimakasih juga buat bapak2 & Ibu2 yg sudah memberikan pertolongan dan perhatian pada saat kejadian di sana.

Maaf e mail saya tidak bisa nembus ke milist, mungkin karena user ID-nya pernah diganti tahun-tahun lalu oleh IT, jadi cuman bisa nerima saja tidak bisa reply ke milist.

Waktu kejadian, Zaki mau pergi les ke jalan Kancil. Selalu naik sepeda karena teman2 SMP-nya pakai sepeda juga…

Menurut keterangan Zaki, sebelum menyebrang ke kanan jalan (dg sepeda) zaki berhenti dulu melihat ke arah belakang, dari arah yg sama ada mobil yg berjalan perlahan dan karena pelan dia berusaha / mencoba utk ngasih tanda akan nyebrang dengan melambaikan tangan kanan, sang mobil memberikan kesempatan utk itu. Sehingga mulailah Zaki menggowes sepedanya menuju arah kanan jalan.

Tanpa diduga tiba-tiba dari arah belakang (kanan jalan) motor melintas dan menabrak sepeda dari belakang, zaki mengira yg nambrak itu mobil yg ada di belakang ternyata motor si wanita itu.

Saat kejadian di wanita tsb hanya bilang : makanya hati2 De kalau nyebrang !!

Saya tanya lagi ke Zaki, si wanita tsb nanyain kondisi zaki gak waktu kejadian? zaki bilang : Nggak pak, cuman ngomong gitu aja..terus gak lama pergi berangkat lagi..

Biasanya kalau ada kejadian seperti itu si penabrak (siapapun itu) selalu ingin/menyempatkan utk bertanya : gimana De ada yg luka / sakit atau apalah……

Setelah dia selesai cerita, pada akhirnya tetap saya nasehatin zaki, agar lain kali harus lebih hati2 lagi di jalanan dan/atau dimanapun…..

“Hardono Umardani” <hardono.umardani@gmail.com> wrote:

Seringkali saia dengan sengaja menghentikan untuk mempersilahkan orang menyeberang…dan seringkali harus dengan tambahan membuka kaca untuk melambaikan tangan, nyetop motor di belakang yg seringkali malah berusaha nyelonong ke depan…

Hebit pengendara motor ketika terjadi antrian karena kendaraan di depan berhenti adalah ambil kanan untuk mendahului…salah satu penyebab stuck..macet sampek ngunci di jalan dua arah…seringkali terjadi di sepanjang kalimalang saat jam berangkat/pulang kerja.
*seringkali hebit tersebut ternyata saia lakukan tanpa sadar ketika pakek sepeda motor…duhh…
Salam,

HUM

abdul Malik :
Apakah Ibu – Ibu tersebut anggota milis, kerabat,Keluarga bahkan Istri anggota milis…? Kudu di terapi SEFT dulu ntu orang biar kejiwaan nya pulih setidaknya butuh waktu 6 bulan kayak anak P’Menko yang nabrak luxio…

Jumat Tgl. 17 Agustus 2012

Image

” Innalillaahi wa inna ilaihi rooji’uun “Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan kepada-Nya-lah kita akan kembali

Pada Hari Jumat Tgl. 17 Agustus 2012 antara kurun waktu jam 11.00 sampai jam 12.00 siang itu Ananda Zahra menghembuskan napas untuk selamanya untuk menghadap ke sang Kholik.

Rasanya tidak percaya akan berita itu yang terpesan dari milist cikarang Baru :

Meneruskan berita dari p.Sanusi

Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun… Telah berpulang putri kami Zahra 8 th hari ini jam 13.00 kami hanya memohon doa agar anak sy bahagia di Surganya. Mohon jng tlpon saya… Krn kmi sdng berduka… Semoga arwah anak saya diterima oleh Allah swt dan dijadikan bidadari di Surganya… Alfatihah…

Mari kita doakan bersama, Allahunaghfirlaha warhamha waafihi wa’fuanha

salam,
bdi

dengan rasa penasaran akhirnya meluncur ke rumah duka Pak Uci, terlihat keharuan yang mendalam terlihat susana di cluster Menjangan.

a.Di Dalam Mushola Pak Uci dan Istri saat berbincang dengan Ustad Hariri sebelum pelaksanaan sholat Jenazah di lakukan :

Image

b. Di Lokasi makam setelah di turunkan dari Ambulan :

c. Persiapan untuk di makamkan :

d. Pak Uci saat menutup dinding dengan papan setelah meng-azani Ananda Zahra :

Rasa kehilangan dengan orang-orang terdekat memang sangatlah membuat hati kita sedih dan adanya penyesalan jika ada sesuatu yang masih belum kita wujudkan, inipun saya pernah mengalami terhadap Kakak , adik dan Ayahanda yang semuanya telah mendahului kami.

Hanya dengan Ikhlas dan Tawakal kita menerima kepergian mereka dengan berusaha mendo’akan kepada Allah SWT. agar diterima di sisi-NYA.

 

Salam,

http://rumahbacamas3h.wordpress.com/2012/07/10/tiga-nisan/

 

 

 

 

TAHLILAN 40 HARI & PERKEMBANGAN KASUS TABRAK LARI ANANDA ZAHRA

Kasus Tabrak Lari yang menewaskan ananda Zahra Amelia Sanusi (seperti pernah saya tuliskan disini) tanggal 17 Agustus 2012 silam tampaknya sudah mendapatkan titik terang. Seusai acara Tahlilan 40 hari wafatnya ananda Zahra yang dilaksanakan tadi malam, kami semua, sahabat-sahabat dekat ayah almarhumah, Pak Sanusi berkumpul dan berdiskusi mengenai perkembangan kasus ini. Pihak Kepolisian telah  melakukan olah TKP dan telah memiliki saksi kunci yang mengarahkan identifikasi ke pelaku.

Dalam suasana kehangatan dan kekeluargaan acara Tahlilan 40 hari wafatnya ananda Zahra berlangsung dengan lancar dan khidmat, dihadiri kurang lebih 100-an orang yang berasal dari kerabat, tetangga dekat dan sahabat Pak Sanusi.  Alunan doa dan dzikir mengalun syahdu. Saya sendiri datang bersama teman-teman mailing list Cikarang Baru serta Club Sepeda Cikarang Baru Cycling (CBC).

 

Seusai prosesi acara tahlilan, kami melakukan rapat kecil yang membahas tentang perkembangan kasus ini. Diawali dengan penjelasan Pak Dindin yang menyatakan berdasarkan informasi kepolisian, sang terduga pelaku sudah dikirimi undangan serta panggilan kedua untuk menghadap namun hingga saat ini tidak melakukannya. “Itikad baik sang terduga pelaku kami pertanyakan karena tidak memenuhi undangan polisi, terkesan tidak koperatif menanggapinya. Minggu depan akan dilayangkan panggilan ketiga kepada sang terduga pelaku, bila masih tetap tidak hadir, maka kemungkinan besar akan dilakukan peningkatan tindakan yang lebih represif,” kata Pak Dindin. Menurutnya, tim kecil CBC telah melakukan upaya-upaya intensif mengawal kasus ini, termasuk membantu polisi dipertemukan dengan saksi kunci dilapangan.

Kegesitan “detektif” CBC ini patut diacungi jempol karena dengan cepat mampu mengumpulkan sejumlah bukti-bukti otentik yang mendukung penyelidikan Polisi. “Bukti-bukti seperti rekaman CCTV sebelum kejadian termasuk saksi, sudah kami serahkan kepada pihak yang berwajib untuk ditindaklanjuti. Kami sangat menyokong penuh usaha polisi mengungkap kasus ini termasuk mendukung azas praduga tak bersalah namun dibalik itu kami sangat berharap pihak kepolisian bisa bergerak lebih cepat mengingat kasus ini sudah cukup lama (lewat sebulan) ditangani”, kata Pak Rivaldi, yang kini menjabat sebagai Ketua CBC.

Saya sendiri mendukung pernyataan Pak Rivaldi. Kita mesti mempercayakan kasus ini kepada pihak yang berwenang melakukannya. Ketika status sang terduga pelaku meningkat menjadi DPO (Daftar Pencarian Orang), maka peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu kepolisian mencari sang pelaku. Tentunya prosedur penangkapan sesuai dengan azas hukum yang berlaku di negara kita.

Pada kesempatan diskusi itu pula Pak Faisal yang memiliki julukan spesial A’a Boxer menegaskan bahwa paralel dengan upaya pengungkapan kasus ini lewat kepolisian, usaha publikasi untuk menggalang opini publik mengenai kasus ini tetap harus diteruskan. Bagaimanapun, keadilan harus ditegakkan. Masyarakat mesti tahu tentang perkembangan kasus ini, harapannya adalah kedepan, tidak terjadi lagi kejadian serupa dimasa datang. Semua pihak mesti berhati-hati dalam mengemudikan kendaraannya khususnya dikawasan perumahan seperti Cikarang Baru.

Menjelang akhir diskusi, Pak Sanusi sebagai ayahanda ananda Zahra menyatakan sangat berbahagia dan terharu atas usaha teman-teman dalam mengungkap kasus ini termasuk secara sukarela dan spontan menggalang aksi Solidaritas untuk Zahra. Sumbangan dana untuk pengungkapan kasus ini terus mengalir masuk ke kas khusus Solidaritas Untuk Zahra yang dikelola oleh teman-teman CBC

“Sesungguhnya, kami sekeluarga sudah ikhlas menerima takdir yang merenggut nyawa putri kami tercinta Zahra. Saat menggendong anak saya pasca kecelakaan dan melihat senyum tersungging dibibir mungilnya, saya pasrah dan menyerahkan segalanya kepada Yang Maha Kuasa, mungkin ini takdir terbaik yang sudah ditetapkan olehNya kepada putri saya. Usaha teman-teman dalam mengungkap kasus ini kami sekeluarga sangat hargai dan mendukung, semoga pelakunya bisa segera tertangkap dan tidak terjadi lagi kejadian yang sama dimasa yang akan datang,”ujar Pak Sanusi dengan nada pelan.

Menjelang rapat ditutup, kami semua kembali mengirimkan do’a kepada almarhumah ananda Zahra, semoga mendapat tempat terbaik disisi Allah SWT serta segala harapan kami semua, kerabat dan sahabat-sahabat ayahanda Zahra, Pak Sanusi agar kasus ini segera diungkap dan sang pelaku mendapatkan hukuman setimpal bisa dapat terwujud..

7 Era Legenda : 1 – The Three Musketeers

7 Era Legenda Dalam 7 tahap pengungkapan kasus Tabrak Lari Rusa Raya

Era pertama pada malam pertama: Era “Three Musketeers”

17 Agustus ba’da sholat Jum’at, Group Whatsapp CBC dikagetkan oleh berita meninggalnya Zahra – putri tersayang pak Sanusi, mantan ketua CBC periode pertama, saat itu sebagian besar anggota CBC banyak yang sudah mendarat di kampung halaman masing masing untuk menyambut Idul Fitri yang akan datang dua hari menjelang.

Sebagian anggota CBC yang masih berada di CIkarang kemudian menjadi wakil untuk ikut menghadiri dan memulasara jenazah ananda Zahra sampai ke penguburan di TPU Kandang Gereng – Jayamukti.
Beberapa yang hadir diantaranya adalah pak Sulistiyo W yang notabene adalah founding fathernya CBC, pak Ipung, pak Ribut, pak Nana, pak Ari, pak Adhi dan lainnya ….
Anggota CBC yang sudah di kampung halaman hanya bisa menitipkan belasungkawa untuk disampaikan pada keluarga yang ditinggalkan dan berkirim doa.
Namun demikian, dua orang anggota yang kampung halaman tujuan mudiknya tidak terlalu jauh kemudian kembali ke Cikarang untuk keperluan melayat, beliau adalah pak Imam yang balik arah dari Bandung dan pak Harminto dari Tanggerang.

Setelah pemulasaraan selesai ada dorongan dari semua anggota untuk dapat mengungkap kasus ini. Dasar utama dari dorongan tersebut adalah kaburnya penabrak lari dan itu tidak bisa dibiarkan, selain keadilan harus ditegakkan, bahwa pengungkapan kasus ini akan dapat mengurangi potensi terulangnya kejadian serupa di masa yang akan datang.

Dalam kondisi seperti itu, di mana sebagian besar anggota yang menginginkan kasus ini terungkap secara tuntas malah jauh dari Cikarang, maka ide-ide yang dituangkan kemudian menjadi harus dilaksanakan oleh anggota yang masih ada di Cikarang.
Mereka yang di Cikarang, dimotori oleh pak Sulis kemudian melakukan dua hal yang sangat penting: pertama adalah menghimpun informasi dan melakukan verifikasi akan dugaan-dugaan seputar kasus tabrak lari ini, termasuk mendata para saksi mata dan mengkonfirmasi informasi dengan para saksi mata tersebut.
kedua, mendampingi pihak korban untuk membukukan laporan kecelakaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang ke Unit Kecelakaan Lalulintas PolRes Bekasi.
Malam di tanggal 17 itu 3 orang anggota CBC bergerilya mengumpulkan sebanyak mungkin informasi, dan besoknya mereka mendampingi pak Sanusi membukukan laporan kecelakan kepada kepolisian.

Inilah awal dari bergulirnya semangat pengungkapan kasus tabrak lari demi tegaknya keadilan di dalam tubuh CBC.
Anggota yang di luar Cikarang hanya bisa memantau dan mengusulkan ide dan keinginan, sementara Aksi dan Realisasi dilakukan oleh mereka orang-orang hebat pemberani di lini depan bak Musketeers yang dengan ikhlas meluangkan waktu yang teramat berharga di penghujung Ramadhan itu untuk menjaga dan meningkatkan momentum semangat pengungkapan kasus tabrak lari tersebut.
Andai anggota yang ada di Cikarang tidak berinisiatip mengambil langkah berani itu, maka semua ide dan keinginan dari anggota dari masing masing kampung halaman hanya akan menguap begitu saja dan kasus ini tidak pernah ada.

Terima kasih dari saya yang termasuk anggota yang sudah mudik pada mereka yang beraksi nyata di Cikarang mulai dari detik pertama.

=== Bersampung ke Era kedua : Crime Scene Investigation ===

Kronologi Kecelakaan

tulisan di bawah ini dibuat oleh ayahanda korban dari sudut pandang beliau
saat ini banyak versi kronologi yang beredar dan kebanyakan mengandung informasi yang salah bahkan menyesatkan
semoga dengan adanya tuturan kronologi dari orang pertama ini bisa meluruskan simpang siurnya informasi

 

Pada tanggal 17 Agusutus 2012 hari Jumat jam 10.30 saya Bersama keluarga yang berjumlah 4 orang yang bernama M. Sanusi (Ayah), Elida (Ibu), Zahra Amelia Sanusi (7 thn anak ke2) dan Rasyad Andhika Sanusi (4 thn anak ke3 ) berencana akan ke Carefoure Cikarang mengendarai Mobil Toyota Avanza warna Biru telur Asin.. Perlu diketahui bahwa mobil Avanza ini adalah mobil yang kesehariannya dibawa oleh Istri saya untuk mengantar dan menjemput anak saya sekolah di SDIT Al Ikhwan. Pada saat mobil berjalan beberapa menit Istri saya Elida memberitahukan bahwa Ban Serep dalam kondisi tidak baik yaitu terdapat benjolan disamping karena masuk lubang yang besar pada kecepatan yang lumayan cepat. Oleh karena itu maka niat ke Carefour membawa anak-anak untuk belanja dan bermain ditunda dan kami langsung ke Toko Ban “Mekar Jaya Ban” disekitar depan perumahan Taman Sentosa.
Pada saat Ban Serep dibongkar untuk digantikan Ban yang baru montir ban bicara “Pak.. Mur penyangga ban Serepnya tidak ada, jadi bagaimana nih…” lalu saya jawab “Tidak munggkin tidak ada, kalau tidak ada pasti Ban Serep saya akan lepas sejak tadi waktu saya berangkat..” Ternyata setelah saya cek memang mur tersebut tidak ada dan penyangga Ban Serep tertahan di Bumper sehingga tidak jatuh. Setelah selesai mengganti Ban Serep dengan ban yang baru maka ban Serep ditaruh dibagasi dan penyangga diikat dengan tali agar tidak lepas. Pada saat yang bersamaan Istri saya berkata bahwa kemungkinan Mur penyangga ban Serep tersebut tertinggal di bengkel Tambal ban Jl. Rusa Raya karena beberapa hari yang lalu mobil tersebut kempes bannya dan diganti dengan ban Serep untuk sementara. Dari cerita tersebut maka kami putuskan untuk langsung menuju bengkel Tambal Ban di Jl. Rusa Raya dan diperjalanan saya berusaha mencari toko baut yang buka namun semua toko baut tutup.
Pada saat mobil yang kami kendarai memasuki Jl. Rusa Raya sekitar jam 12.00 anak saya Zahra melihat pedagang mainan serta Asesoris wanita dan anak-anak. Didalam mobil dia meminta kepada Ibunya untuk dibelikan gulungan rambut namun ditolak keras oleh Ibunya karena berada dipinggir jalan dan pada saat itu panas sekali serta disarankan agar membeli Gulungan Rambut tersebut dibeli setelah urusan Ban Serep selesai. Pada saat mobil kami merapat ke Bengkel Tambal Ban yang berada dikanan jalan saya dan istri saya turun menjumpai Ucok sang penambal Ban dan kami utarakan maksud kedatangan kami. Pada saat itu pula anak saya Zahra berusaha turun dari mobil namun kelihatan oleh Ibunya dan denga sigap disuruh masuk kembali ke mobil. Zahra duduk dibangku baris ke 2 disisi kiri yang langsung mengarah ke Jalan Raya sedangkan Istri saya duduk dikursi penumpang samping kursi pengemudi.
Pada saat Ucok sang penambal Ban dan saya menuju ke bagasi mobil untuk memperlihatkan Mur penyangga Ban Serep yang hilang, Ucok bersikeras bahwa dia telah memasang mur tersebut dan tidak bisa dihindari kami berdua saling berargumentasi. Mendengar kondisi demikian Istri saya sebagai pengemudi yang pada saat itu menambal ban merasa terusik dengan argument Ucok sehingga dia keluar dari Mobil melewati depan mobil. Tanpa disadarinya Zahra mencuri kesempatan untuk keluar dari Mobil menuju Penjual Mainan dan pada saat yang besamaan datang Avanza Silver menabrak tubuh Zahra yang mungil dengan keras. Seketika itu juga saya menoleh kebelakang dan saya lihat tubuh anak saya berada dikolong mobil sampai akhirnya terlepas dari kolong mobil karena Mobil tersebut tidak berhenti sama sekali. Kepala Zahra penuh dengan luka dan darah segar mengucur deras seketika itu juga nyawa anak kami hilang. Dan sampai tulisan ini diterbitkan Mobil Avanza Silver tersebut belum diketahui keberadaannya.
Pada saat kejadian saya dan beberapa warga yang ada disekitar lokasi berusaha mengejar mobil tersebut tapi malah warga yang mengadang mobil mau ditabrak. Ada juga pengendara sepeda motor yang berusaha mengejar namun tidak dapat karena kecepatan mobil sangat kencang. Pada saat kejadian ada beberapa saksi yang saya kenali yaitu :
1. Bp. Joko tinggal di Jl. Rusa
2. Bp. Dayat tinggal di Kamp. Rawa Sentul
3. Bp. Muis tinggal di Jl. Rusa Raya
4. Bp. Albert Martin (Abang Ucok) pemilik Bengkel

Demikianlah Kronologis kejadian Kecelakaan yang menimpa puti saya Zahra Amelia Sanusi dan tulisan ini saya buat tanpa ada tekanan dan dalam kondisi yang sadar.

Cikarang, 11 September 2012
Hormat Kami

M. Sanusi
Ayah Korban

Banyak Anak di Jalan

Banyak Anak Banyak Rejeki, begitu kata pepatah, entah benar atau tidak…
Namun bila banyak anak-anak di jalanan lingkungan perumahan, anak kami, anak tetangga, anak teman…. anak kita… maka sudah semestinya kita semua berhati-hati…
Sebagai orang tua, kita akan harus mengawasi anak-anak kita, dan sebagai pengguna jalan, kita memiliki tanggung jawab penuh untuk menjaga keselamatan di jalan.
Tidak semestinya kita memacu kendaraan bermotor jenis apapun dengan kecepatan yang membahayakan pengguna jalan lain, terutama anak-anak yang belum memiliki kedewasaan berfikir dan bertanggung jawab.
Mobil, Motor, Sepeda, Pejalan Kaki, Anak-Anak, bahkan Hewan Ternak/Peliharaan yang digembala adalah kesemuanya Pengguna Jalan yang dilindungi undang-undang, dan setiap mereka memiliki hak penggunaan jalan.

Kembali menurut UU 22 tahun 2009 pasal 21, batas kecepatan pada setiap kelas jalan ditentukan secara nasional,
Sedang untuk jalan lingkungan atau perumahan, mengacu pada karakteristik wilayah kota/daerah maka dapat ditetapkan melalui peraturan daerah /PerDa yang ditetapkan kepala daerah, termasuk dengan memasang dan jenis rambu-rambu yang sesuai….

Pada tanggal 17 Agustus 2012, tengah hari bolong, ananda Zahra menjadi korban tabrak lari oleh sebuah kendaraan Avanza Silver di Jalan perumahan di Cikarang Baru, Jalan Rusa Raya. Pelaku penabrak lari diduga melarikan kendaraan dengan kecepatan tinggi, jauh melebihi ketentuan wajar kecepatan kendaraan di jalan lingkungan perumahan, terbukti dengan tewasnya korban tabrak lari.
Pengendara kendaraan Avanza Silver itu kabur melarikan diri dari tanggung jawabnya dan sampai tulisan ini dibuat belum ada berita penangkapan pengecut kerdil itu ataupun penahanannya.

Upaya dari setiap sisi HARUS digerakan untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan itu terjadi lagi.
Menangkap pelaku tabrak lari adalah kewajiban kepolisian setelah kasus ini secara resmi dilaporkan pada unit laka polres bekasi kabupaten.
Menangkap pelaku dan mengganjarnya dengan hukuman setimpal adalah keharusan, dan bila itu tidak dilakukan, maka salah satu maniac pelanggar ketentuan lalu lintas akan terus bebas berkeliaran, mengancam nyawa setiap siapa yang lewat di jalanan yang sama dengan si maniac tersebut.

Dari sisi kita sebagai warga, selain menjaga anak-anak kita, kita juga bisa membantu saling mengingatkan di jalanan, memelihara rambu-rambu dan marka jalan yang sudah ada, atau lebih aktif lagi dengan ikut membuat pengaturan di jalan lingkungan demi keselamatan bersama.

Korban sudah jatuh, potensi penyebab kecelakaan masih terserak berkeliaran, sudah saatnya kita bergerak bersama, mari tata disiplin dan aturan berlalu lintas, mari proaktif, mari saling mengingatkan….
Entah relevan atau tidak, namun unit kerja pemerintahan di level RT dan RW, akan sangat efektif bila ikut ambil bagian dalam penataan lalu lintas jalan lingkungan.
  

Di Balik Perilaku “Tabrak Lari”

13469620511028427957

Solidarity for Zahra (Doc: Sanusi)

Tulisan ini didedikasikan untuk alamarhumah Zahra (8 th), putri tercinta rekan kami bapak Sanusi Reza. Ananda Zahra pastinya sekarang menjelma menjadi “malaikat” di surga sana… yang dengan senang dan ceria akan menggapai tangan ayah dan bundanya untuk naik bersamanya ke surga (by Ananto)

3 minggu sudah berlalu sejak kasus tabrak lari tersebut namun sampai detik ini nampaknya kasus ini masih jauh dari kata “closed” meskipun sekumpulan ‘detektif  goweser’ sudah menemukan titik terang mengenai pelaku beserta saksi-saksinya.  Besar harapan pihak polisi bisa lebih bertindak cepat sehingga warga Cikarang Baru tidak khawatir lagi  dikarenakan pelaku masih berkeliaran dan bisa menyebabkan kejadian ini terulang lagi.

Anyway…dalam tulisan ini saya tidak ingin menanyakan kinerja pihak polisi, meski dalam hati sangat ingin menayakannya… dan bertanya dengan keras … “Pada siapa kita bisa mengadu?” *mode sedih. Yang ingin saya utarakan disini adalah hipotesa“kenapa sih…pelaku melakukannya?”

Tabrak lari??? Mendengar kata itu pasti berjuta rasanya.

Mengerikan dan sedih tidak terkira seandainya terjadi kepada diri sendiri, orang-orang terdekat kita atau kawan kita seperti yang saat ini terjadi.

Geram dan marah…tentu saja… apakah sebegitunya orang tidak punya hati nurani dan rasa tanggung jawab, seperti yang pernah ditulis oleh bapak Amril TG dalam tulisan “Mempertanyakan Tanggung Jawab dan Nurani Pelaku Tabrak Lari”

Tidak habis pikir… ya…kenapa bisa? apalagi seperti dalam kasus ini, terjadi di lingkungan perumahan sendiri (tentunya pelaku mudah dikenali oleh orang sekitar), dengan kondisi jalan sempit dan banyak polisi tidur yang tentunya mobil tidak akan melaju kencang dan kalaupun tertabrak karena lalai..efeknya seharusnya tidak sefatal ini (sampai meninggal).

Iklhas dan sabar…itulah yang keluarga korban lakukan agar ananda Zahra di surga bisa tenang. Namun sebagi pembelajaran dan antisipasi buat kita semua, tentunya rekan-rekan goweser dan komunitas di Cikarang Baru tidak akan bertindak diam.

Oke..kembali ke topik.. “Kenapa sih pelaku melakukannya?”

Hipotesa sangat kuat adalah pelaku ingin terhindar dari suatu kerugian atau menutup aib dirinya. Dalam hal ini dengan sengaja pelaku kabur bahkan menancap gas lebih cepat karena tidak ingin ditangkap polisi / orang -orang dan dimintai tanggung jawab.

Perilaku tersebut sudah masuk dalam kategori “kriminal”.

Disni saya mengasumsikan kenapa pelaku sampai melakukan tindak kriminal tersebut antara lain:

    • Mungkin saja secara fisik yang bersangkutan dalam kodisi tidak sadar, seperti habis mabuk-mabukan, sehingga tidak dapat mengendalikan kemudi dengan baik dan kurang dapat memperhatikan lingkungan.
    • Kontrol diri yang rendah dan bisa jadi disertai intelegensi yang kurang sehingga yang bersangkutan kurang dapat berfikir mana yang baik dan tidak. Buat pelaku yang penting adalah kepuasan atau pemenuhan kebutuhan dirinya yaitu selamat dari kejaran. Dalam hal ini dorongan-dorongan yang ada dalam diri pelaku lebih kuat daripada ego (logika) dan super egonya (norma-norma yang mengatur), sehingga pelaku tidak peduli meski dia tahu apa yang dilakukan salah dan melanggar norma-norma yang ada.
    • Pelaku cenderung berbuat sekehendak hatinya (super ego lemah / tidak memperhatikan norma-norma) ini bisa jadi karena di masa kecilnya (pelaku yang diduga laki-laki)  cenderung mempunyai hubungan yang tidak baik dengan sang ayah dan yang seharusnya belajar identifikasi diri dari sang ayah namun justu dengan ibunya dan pelaku. Kemungkinan lain pelaku kurang mempunya kedekatan kasih sayang dengan keluarganya (baik ibu atau ayah) di masa kecil.
    • Lingkungan di sekitar pelaku, bisa jadi pelaku belajar dari media atau orang-orang disekitarnya yang kurang peka dan bertanggung jawab dan bisa jadi kurangnya bekal agama.
    • Kemungkinan lain antara lain usia yang relatif  muda, kepribadian yang cenderung suka mengambil resiko, dll…

Oke..apapun penyebanya, tulisan diatas hanyalah hipotesa mengenai dinamika yang mungkin terjadi kepada si pelaku. Apapun itu, seandainya memang pelaku orang yang normal (tidak gila atau mengalami gangguan jiwa lainnya) saat ini pastinya yangbersangkutan dalam kondisi tidak tenang dan dikejar-kejar rasa bersalah (dan tentu juga dikejar dalam arti sesungguhnya oleh polisi sebagai buronan).

Manifestasi rasa bersalah ini kalau tidak ditangani dengan baik efeknya bisa seperti gunung es. Berawal dari perasaan tidak percaya diri, tidak layak dan tidak pantas mendapatkan hal-hal baik bahkan secara tidak sadar perilakunya menyabotase hal-hal baik yang terjadi pada dirinya serta cenderung mengkritik diri sendiri secara berlebihan. Perasaan ini bila tertanam dengan dalam akan menyebabkan yang bersangkutan mempunyai self image “Saya tidak baik” dan ini akan menghambat kesuksesan seseorang. Sungguh apabila pelaku masih muda dan tentunya jalannya masih panjang, masa depannya akan dipertanyakan.

Rasa bersalah yang mungkin berusaha tidak diakui bisa menimbulkan penyakit“psikosomasis”.

Psikosomatisme (otonomi psikhofisiologis) ialah kondisi di mana sejumlah konflik psikis atau psikologis dan kecemasan menjadi sebab dari timbulnya macam-macam penyakit jasmaniah atau justru membuat semakin parahnya suatu penyakit jasmaniah yang sudah ada.

Contoh dalam hal ini yang dialami oleh kakak ipar, kebetulan ybs mengalami musibah menabrak orang, meski sudah bertanggung jawab dengan keluarga korban karena besarnya rasa bersalah tiba-tiba beberapa hari setelah kejadian mata kanan kakak ipar tidak bisa melihat, setelah dicek oleh dokter spesialis mata, ternyata tidak ada kelainan apapun pada mata tersebut. Apa yang dialami kakak ipar bisa dipahami, karena sang kakak ipar  ingin melupakan kejadian dan tidak ingin melihatnya, maka tubung (mata) merespon pikiran untuk tidak melihat. (Ingat masih ingat dengan tulisan saya tentang “Kekuatan Pikiran?”).

Akhirnya seiring dengan hubungan yang baik dengan keluarga korban, mata kakak ipar pun bisa pulih kembali.

—-

Buat pelaku lihatlah wajah cantik polos nan ceria alamarhumah Zahrah ini? suatu saat Anda  mungkin menjadi bapak dari seorang putri. Coba renungkan apa yang Anda rasakan apabila ada diposisi ayah dari Zahra?

 

1346963028765923365

 

Oke..mungkin membanyangkan menjadi bapak masih terlalu jauh.

Sekarang coba bayangkan tentang Anda sendiri, tentunya siapapun ingin sukses dan hidup bahagia. Misal Anda bercita-cita menjadi penyanyi terkenal, seorang roker yang banyak fans-nya. Untuk itu Anda perlu “self image” yang baik. Yakinlah dengan mengakui kesalahan, Anda akan lebih baik karena artinya Anda telah menerima diri Anda sendiri apa adanya.

Buat keluarga pelaku, terutama ayah ibunya, terimalah pelaku apa adanya dan berilah kasih sayang yang semestinya. Tidak ada kata terlambat untuk memberikan kasih sayang. Tunjukkan kasih sayang tersebut dengan cara benar. Mengakui kesalahan dan menyerahkan diri akan lebih baik buat masa depannya.

Percayalah keluarga korban sudah ikhlas dan apabila dari awal pelaku sudah mengakui kesalahan dan meminta maaf, kasus ini sudah close.

Salam,

BY

http://lifestyle.kompasiana.com/urban/2012/09/07/di-balik-perilaku-tabrak-lari/

* sebagai bentuk empati dan rasa solidaritas, silahkan share tulisan ini lewat social network Anda