TAHLILAN 40 HARI & PERKEMBANGAN KASUS TABRAK LARI ANANDA ZAHRA

Kasus Tabrak Lari yang menewaskan ananda Zahra Amelia Sanusi (seperti pernah saya tuliskan disini) tanggal 17 Agustus 2012 silam tampaknya sudah mendapatkan titik terang. Seusai acara Tahlilan 40 hari wafatnya ananda Zahra yang dilaksanakan tadi malam, kami semua, sahabat-sahabat dekat ayah almarhumah, Pak Sanusi berkumpul dan berdiskusi mengenai perkembangan kasus ini. Pihak Kepolisian telah  melakukan olah TKP dan telah memiliki saksi kunci yang mengarahkan identifikasi ke pelaku.

Dalam suasana kehangatan dan kekeluargaan acara Tahlilan 40 hari wafatnya ananda Zahra berlangsung dengan lancar dan khidmat, dihadiri kurang lebih 100-an orang yang berasal dari kerabat, tetangga dekat dan sahabat Pak Sanusi.  Alunan doa dan dzikir mengalun syahdu. Saya sendiri datang bersama teman-teman mailing list Cikarang Baru serta Club Sepeda Cikarang Baru Cycling (CBC).

 

Seusai prosesi acara tahlilan, kami melakukan rapat kecil yang membahas tentang perkembangan kasus ini. Diawali dengan penjelasan Pak Dindin yang menyatakan berdasarkan informasi kepolisian, sang terduga pelaku sudah dikirimi undangan serta panggilan kedua untuk menghadap namun hingga saat ini tidak melakukannya. “Itikad baik sang terduga pelaku kami pertanyakan karena tidak memenuhi undangan polisi, terkesan tidak koperatif menanggapinya. Minggu depan akan dilayangkan panggilan ketiga kepada sang terduga pelaku, bila masih tetap tidak hadir, maka kemungkinan besar akan dilakukan peningkatan tindakan yang lebih represif,” kata Pak Dindin. Menurutnya, tim kecil CBC telah melakukan upaya-upaya intensif mengawal kasus ini, termasuk membantu polisi dipertemukan dengan saksi kunci dilapangan.

Kegesitan “detektif” CBC ini patut diacungi jempol karena dengan cepat mampu mengumpulkan sejumlah bukti-bukti otentik yang mendukung penyelidikan Polisi. “Bukti-bukti seperti rekaman CCTV sebelum kejadian termasuk saksi, sudah kami serahkan kepada pihak yang berwajib untuk ditindaklanjuti. Kami sangat menyokong penuh usaha polisi mengungkap kasus ini termasuk mendukung azas praduga tak bersalah namun dibalik itu kami sangat berharap pihak kepolisian bisa bergerak lebih cepat mengingat kasus ini sudah cukup lama (lewat sebulan) ditangani”, kata Pak Rivaldi, yang kini menjabat sebagai Ketua CBC.

Saya sendiri mendukung pernyataan Pak Rivaldi. Kita mesti mempercayakan kasus ini kepada pihak yang berwenang melakukannya. Ketika status sang terduga pelaku meningkat menjadi DPO (Daftar Pencarian Orang), maka peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu kepolisian mencari sang pelaku. Tentunya prosedur penangkapan sesuai dengan azas hukum yang berlaku di negara kita.

Pada kesempatan diskusi itu pula Pak Faisal yang memiliki julukan spesial A’a Boxer menegaskan bahwa paralel dengan upaya pengungkapan kasus ini lewat kepolisian, usaha publikasi untuk menggalang opini publik mengenai kasus ini tetap harus diteruskan. Bagaimanapun, keadilan harus ditegakkan. Masyarakat mesti tahu tentang perkembangan kasus ini, harapannya adalah kedepan, tidak terjadi lagi kejadian serupa dimasa datang. Semua pihak mesti berhati-hati dalam mengemudikan kendaraannya khususnya dikawasan perumahan seperti Cikarang Baru.

Menjelang akhir diskusi, Pak Sanusi sebagai ayahanda ananda Zahra menyatakan sangat berbahagia dan terharu atas usaha teman-teman dalam mengungkap kasus ini termasuk secara sukarela dan spontan menggalang aksi Solidaritas untuk Zahra. Sumbangan dana untuk pengungkapan kasus ini terus mengalir masuk ke kas khusus Solidaritas Untuk Zahra yang dikelola oleh teman-teman CBC

“Sesungguhnya, kami sekeluarga sudah ikhlas menerima takdir yang merenggut nyawa putri kami tercinta Zahra. Saat menggendong anak saya pasca kecelakaan dan melihat senyum tersungging dibibir mungilnya, saya pasrah dan menyerahkan segalanya kepada Yang Maha Kuasa, mungkin ini takdir terbaik yang sudah ditetapkan olehNya kepada putri saya. Usaha teman-teman dalam mengungkap kasus ini kami sekeluarga sangat hargai dan mendukung, semoga pelakunya bisa segera tertangkap dan tidak terjadi lagi kejadian yang sama dimasa yang akan datang,”ujar Pak Sanusi dengan nada pelan.

Menjelang rapat ditutup, kami semua kembali mengirimkan do’a kepada almarhumah ananda Zahra, semoga mendapat tempat terbaik disisi Allah SWT serta segala harapan kami semua, kerabat dan sahabat-sahabat ayahanda Zahra, Pak Sanusi agar kasus ini segera diungkap dan sang pelaku mendapatkan hukuman setimpal bisa dapat terwujud..

Advertisements

7 Era Legenda : 1 – The Three Musketeers

7 Era Legenda Dalam 7 tahap pengungkapan kasus Tabrak Lari Rusa Raya

Era pertama pada malam pertama: Era “Three Musketeers”

17 Agustus ba’da sholat Jum’at, Group Whatsapp CBC dikagetkan oleh berita meninggalnya Zahra – putri tersayang pak Sanusi, mantan ketua CBC periode pertama, saat itu sebagian besar anggota CBC banyak yang sudah mendarat di kampung halaman masing masing untuk menyambut Idul Fitri yang akan datang dua hari menjelang.

Sebagian anggota CBC yang masih berada di CIkarang kemudian menjadi wakil untuk ikut menghadiri dan memulasara jenazah ananda Zahra sampai ke penguburan di TPU Kandang Gereng – Jayamukti.
Beberapa yang hadir diantaranya adalah pak Sulistiyo W yang notabene adalah founding fathernya CBC, pak Ipung, pak Ribut, pak Nana, pak Ari, pak Adhi dan lainnya ….
Anggota CBC yang sudah di kampung halaman hanya bisa menitipkan belasungkawa untuk disampaikan pada keluarga yang ditinggalkan dan berkirim doa.
Namun demikian, dua orang anggota yang kampung halaman tujuan mudiknya tidak terlalu jauh kemudian kembali ke Cikarang untuk keperluan melayat, beliau adalah pak Imam yang balik arah dari Bandung dan pak Harminto dari Tanggerang.

Setelah pemulasaraan selesai ada dorongan dari semua anggota untuk dapat mengungkap kasus ini. Dasar utama dari dorongan tersebut adalah kaburnya penabrak lari dan itu tidak bisa dibiarkan, selain keadilan harus ditegakkan, bahwa pengungkapan kasus ini akan dapat mengurangi potensi terulangnya kejadian serupa di masa yang akan datang.

Dalam kondisi seperti itu, di mana sebagian besar anggota yang menginginkan kasus ini terungkap secara tuntas malah jauh dari Cikarang, maka ide-ide yang dituangkan kemudian menjadi harus dilaksanakan oleh anggota yang masih ada di Cikarang.
Mereka yang di Cikarang, dimotori oleh pak Sulis kemudian melakukan dua hal yang sangat penting: pertama adalah menghimpun informasi dan melakukan verifikasi akan dugaan-dugaan seputar kasus tabrak lari ini, termasuk mendata para saksi mata dan mengkonfirmasi informasi dengan para saksi mata tersebut.
kedua, mendampingi pihak korban untuk membukukan laporan kecelakaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang ke Unit Kecelakaan Lalulintas PolRes Bekasi.
Malam di tanggal 17 itu 3 orang anggota CBC bergerilya mengumpulkan sebanyak mungkin informasi, dan besoknya mereka mendampingi pak Sanusi membukukan laporan kecelakan kepada kepolisian.

Inilah awal dari bergulirnya semangat pengungkapan kasus tabrak lari demi tegaknya keadilan di dalam tubuh CBC.
Anggota yang di luar Cikarang hanya bisa memantau dan mengusulkan ide dan keinginan, sementara Aksi dan Realisasi dilakukan oleh mereka orang-orang hebat pemberani di lini depan bak Musketeers yang dengan ikhlas meluangkan waktu yang teramat berharga di penghujung Ramadhan itu untuk menjaga dan meningkatkan momentum semangat pengungkapan kasus tabrak lari tersebut.
Andai anggota yang ada di Cikarang tidak berinisiatip mengambil langkah berani itu, maka semua ide dan keinginan dari anggota dari masing masing kampung halaman hanya akan menguap begitu saja dan kasus ini tidak pernah ada.

Terima kasih dari saya yang termasuk anggota yang sudah mudik pada mereka yang beraksi nyata di Cikarang mulai dari detik pertama.

=== Bersampung ke Era kedua : Crime Scene Investigation ===

Kronologi Kecelakaan

tulisan di bawah ini dibuat oleh ayahanda korban dari sudut pandang beliau
saat ini banyak versi kronologi yang beredar dan kebanyakan mengandung informasi yang salah bahkan menyesatkan
semoga dengan adanya tuturan kronologi dari orang pertama ini bisa meluruskan simpang siurnya informasi

 

Pada tanggal 17 Agusutus 2012 hari Jumat jam 10.30 saya Bersama keluarga yang berjumlah 4 orang yang bernama M. Sanusi (Ayah), Elida (Ibu), Zahra Amelia Sanusi (7 thn anak ke2) dan Rasyad Andhika Sanusi (4 thn anak ke3 ) berencana akan ke Carefoure Cikarang mengendarai Mobil Toyota Avanza warna Biru telur Asin.. Perlu diketahui bahwa mobil Avanza ini adalah mobil yang kesehariannya dibawa oleh Istri saya untuk mengantar dan menjemput anak saya sekolah di SDIT Al Ikhwan. Pada saat mobil berjalan beberapa menit Istri saya Elida memberitahukan bahwa Ban Serep dalam kondisi tidak baik yaitu terdapat benjolan disamping karena masuk lubang yang besar pada kecepatan yang lumayan cepat. Oleh karena itu maka niat ke Carefour membawa anak-anak untuk belanja dan bermain ditunda dan kami langsung ke Toko Ban “Mekar Jaya Ban” disekitar depan perumahan Taman Sentosa.
Pada saat Ban Serep dibongkar untuk digantikan Ban yang baru montir ban bicara “Pak.. Mur penyangga ban Serepnya tidak ada, jadi bagaimana nih…” lalu saya jawab “Tidak munggkin tidak ada, kalau tidak ada pasti Ban Serep saya akan lepas sejak tadi waktu saya berangkat..” Ternyata setelah saya cek memang mur tersebut tidak ada dan penyangga Ban Serep tertahan di Bumper sehingga tidak jatuh. Setelah selesai mengganti Ban Serep dengan ban yang baru maka ban Serep ditaruh dibagasi dan penyangga diikat dengan tali agar tidak lepas. Pada saat yang bersamaan Istri saya berkata bahwa kemungkinan Mur penyangga ban Serep tersebut tertinggal di bengkel Tambal ban Jl. Rusa Raya karena beberapa hari yang lalu mobil tersebut kempes bannya dan diganti dengan ban Serep untuk sementara. Dari cerita tersebut maka kami putuskan untuk langsung menuju bengkel Tambal Ban di Jl. Rusa Raya dan diperjalanan saya berusaha mencari toko baut yang buka namun semua toko baut tutup.
Pada saat mobil yang kami kendarai memasuki Jl. Rusa Raya sekitar jam 12.00 anak saya Zahra melihat pedagang mainan serta Asesoris wanita dan anak-anak. Didalam mobil dia meminta kepada Ibunya untuk dibelikan gulungan rambut namun ditolak keras oleh Ibunya karena berada dipinggir jalan dan pada saat itu panas sekali serta disarankan agar membeli Gulungan Rambut tersebut dibeli setelah urusan Ban Serep selesai. Pada saat mobil kami merapat ke Bengkel Tambal Ban yang berada dikanan jalan saya dan istri saya turun menjumpai Ucok sang penambal Ban dan kami utarakan maksud kedatangan kami. Pada saat itu pula anak saya Zahra berusaha turun dari mobil namun kelihatan oleh Ibunya dan denga sigap disuruh masuk kembali ke mobil. Zahra duduk dibangku baris ke 2 disisi kiri yang langsung mengarah ke Jalan Raya sedangkan Istri saya duduk dikursi penumpang samping kursi pengemudi.
Pada saat Ucok sang penambal Ban dan saya menuju ke bagasi mobil untuk memperlihatkan Mur penyangga Ban Serep yang hilang, Ucok bersikeras bahwa dia telah memasang mur tersebut dan tidak bisa dihindari kami berdua saling berargumentasi. Mendengar kondisi demikian Istri saya sebagai pengemudi yang pada saat itu menambal ban merasa terusik dengan argument Ucok sehingga dia keluar dari Mobil melewati depan mobil. Tanpa disadarinya Zahra mencuri kesempatan untuk keluar dari Mobil menuju Penjual Mainan dan pada saat yang besamaan datang Avanza Silver menabrak tubuh Zahra yang mungil dengan keras. Seketika itu juga saya menoleh kebelakang dan saya lihat tubuh anak saya berada dikolong mobil sampai akhirnya terlepas dari kolong mobil karena Mobil tersebut tidak berhenti sama sekali. Kepala Zahra penuh dengan luka dan darah segar mengucur deras seketika itu juga nyawa anak kami hilang. Dan sampai tulisan ini diterbitkan Mobil Avanza Silver tersebut belum diketahui keberadaannya.
Pada saat kejadian saya dan beberapa warga yang ada disekitar lokasi berusaha mengejar mobil tersebut tapi malah warga yang mengadang mobil mau ditabrak. Ada juga pengendara sepeda motor yang berusaha mengejar namun tidak dapat karena kecepatan mobil sangat kencang. Pada saat kejadian ada beberapa saksi yang saya kenali yaitu :
1. Bp. Joko tinggal di Jl. Rusa
2. Bp. Dayat tinggal di Kamp. Rawa Sentul
3. Bp. Muis tinggal di Jl. Rusa Raya
4. Bp. Albert Martin (Abang Ucok) pemilik Bengkel

Demikianlah Kronologis kejadian Kecelakaan yang menimpa puti saya Zahra Amelia Sanusi dan tulisan ini saya buat tanpa ada tekanan dan dalam kondisi yang sadar.

Cikarang, 11 September 2012
Hormat Kami

M. Sanusi
Ayah Korban

Banyak Anak di Jalan

Banyak Anak Banyak Rejeki, begitu kata pepatah, entah benar atau tidak…
Namun bila banyak anak-anak di jalanan lingkungan perumahan, anak kami, anak tetangga, anak teman…. anak kita… maka sudah semestinya kita semua berhati-hati…
Sebagai orang tua, kita akan harus mengawasi anak-anak kita, dan sebagai pengguna jalan, kita memiliki tanggung jawab penuh untuk menjaga keselamatan di jalan.
Tidak semestinya kita memacu kendaraan bermotor jenis apapun dengan kecepatan yang membahayakan pengguna jalan lain, terutama anak-anak yang belum memiliki kedewasaan berfikir dan bertanggung jawab.
Mobil, Motor, Sepeda, Pejalan Kaki, Anak-Anak, bahkan Hewan Ternak/Peliharaan yang digembala adalah kesemuanya Pengguna Jalan yang dilindungi undang-undang, dan setiap mereka memiliki hak penggunaan jalan.

Kembali menurut UU 22 tahun 2009 pasal 21, batas kecepatan pada setiap kelas jalan ditentukan secara nasional,
Sedang untuk jalan lingkungan atau perumahan, mengacu pada karakteristik wilayah kota/daerah maka dapat ditetapkan melalui peraturan daerah /PerDa yang ditetapkan kepala daerah, termasuk dengan memasang dan jenis rambu-rambu yang sesuai….

Pada tanggal 17 Agustus 2012, tengah hari bolong, ananda Zahra menjadi korban tabrak lari oleh sebuah kendaraan Avanza Silver di Jalan perumahan di Cikarang Baru, Jalan Rusa Raya. Pelaku penabrak lari diduga melarikan kendaraan dengan kecepatan tinggi, jauh melebihi ketentuan wajar kecepatan kendaraan di jalan lingkungan perumahan, terbukti dengan tewasnya korban tabrak lari.
Pengendara kendaraan Avanza Silver itu kabur melarikan diri dari tanggung jawabnya dan sampai tulisan ini dibuat belum ada berita penangkapan pengecut kerdil itu ataupun penahanannya.

Upaya dari setiap sisi HARUS digerakan untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan itu terjadi lagi.
Menangkap pelaku tabrak lari adalah kewajiban kepolisian setelah kasus ini secara resmi dilaporkan pada unit laka polres bekasi kabupaten.
Menangkap pelaku dan mengganjarnya dengan hukuman setimpal adalah keharusan, dan bila itu tidak dilakukan, maka salah satu maniac pelanggar ketentuan lalu lintas akan terus bebas berkeliaran, mengancam nyawa setiap siapa yang lewat di jalanan yang sama dengan si maniac tersebut.

Dari sisi kita sebagai warga, selain menjaga anak-anak kita, kita juga bisa membantu saling mengingatkan di jalanan, memelihara rambu-rambu dan marka jalan yang sudah ada, atau lebih aktif lagi dengan ikut membuat pengaturan di jalan lingkungan demi keselamatan bersama.

Korban sudah jatuh, potensi penyebab kecelakaan masih terserak berkeliaran, sudah saatnya kita bergerak bersama, mari tata disiplin dan aturan berlalu lintas, mari proaktif, mari saling mengingatkan….
Entah relevan atau tidak, namun unit kerja pemerintahan di level RT dan RW, akan sangat efektif bila ikut ambil bagian dalam penataan lalu lintas jalan lingkungan.
  

Suatu Pagi di Jalan Rusa Raya – Cikarang Baru

originally posted in cikarangbaru@yahoogroups.com on Aug 28 , 2012 – 10:04 am

Pagi ini sekitar jam tujuh pulang gowes pagi nengok sawah di Pasir Tanjung saya menuju rumah melalui Jalan Rusa Raya, akses utama ke sektor Serta Alam.
Bebeberapa kendaraan terlihat melaju pelan menuju ke luar kompleks pemukiman..

Inline image 1

Mobil kelir silver yang menghadap kamera paling depan ternyata dikemudikan oleh Budayawan milis ini, Aa Boxer.Di depannya seorang pria mengendarai sepeda motor dengan kelengkapan sangat memadai selain sarung tangan melintas di depan sebuah spanduk besar yang baru saya lihat pagi ini.
Pria ini melengkapi dirinya dengan Helm, Jacket, Sepatu, Kaca Spion lengkap dan standar serta lampu depan menyala, semoga selamat sampai tujuan, dan berhasil mendapatkan nafkah yang cukup untuk keluarga….

Inline image 2

Di seberangnya seorang ibu melintas menggunakan sepeda motor menggendong anak, tanpa helm… hati-hati ya bu..
Di belakang si ibu terlihat spanduk yang sama, terpampang besar dan jelas di depan Pangkas Rambut Serasi – Jl Rusa Raya..
Inline image 3

Coba Photo lebih dekat…

Inline image 4

Sebuah spanduk informasi mengenai kejadian tabrak lari dengan korban gadis kecil nan lucu dan pelakuk Tabrak lari kabur dari tanggung jawab…..
Mengutip kata-kata pedagang kios sekitar lokasi yang saya tanya “BUKAN MANUSIA ITU YANG NABRAK, GAK PUNYA HATI”
Beberapa pedagang dan pengusaha di sekitar lokasi yang saya coba tanya semua mengatakan hal yang sama dan mendukung pengungkapan penyelesaian kasus ini untuk mewujudkan lingkungan yang lebih aman, karena jelas mereka semua memiliki anak-anak kecil, yang kapan saja bisa berada di jalan, dan kapan saja bisa menjadi korban berikutnya,…. kecuali kita bisa membantu aktif merubah cara berkendara kita dan semua pengguna jalan untuk dapat tertib dan mengutamakan keselamatan bersama.

cpgd-r

Tabrak Lari di Jalan Rusa Raya Cikarang Baru

Tabrak Lari di Jalan Rusa Raya Cikarang Baru

http://cikarangonline.com/korban-tabrak-lari-di-jalan-rusa-raya-cikarang-baru.html

Posted by on August 20, 2012

Tabrak Lari di Jalan Rusa Raya Cikarang Baru

Siang itu,  Jum’at 17 Agustus 2012  sekitar jam 12:04 dijalanan komplek Perumahan Cikarang Baru tepatnya di Jl.Rusa Raya telah terjadi Kecelakaan tabrak lari  yang mengakibatkan korban meninggal dunia  Ananda Zahra (8 tahun ). Korban sempat di larikan ke Rumah Sakit terdekat namun karena mengalami luka yang serius di bagian kepala akhirnya Ananda Zahrah meninggal dunia. Innalillahi wainna ilaihi Rojiun, semoga adik Zahrah masuk Surga nya Allah.

Zahrah semasa Hidup

Tabrak Lari di Jalan Rusa Raya Cikarang Baru , Menurut saksi mata yang melihat saat kejadian , Pengendara mobil Avanza Silver yang ngebut dan datang dari Arah Lapangan Fasos Rusa  yang telah menabrak Ananda Zahrah.  Ananda Zahrah sembat masuk kolong mobil dan keluar hingga belakang mobil . Saksi  tidak sempat mencatat semua nomer kendaraan pelaku, beliau hanya ingat B 146_. F__.   Ada juga Warga sekitar yang sempat menghalangi laju kendaraan tersebut namun si pengendara malah berusaha menabraknya sehingga akhirnya warga tersebut meloncat menghindar.

Mobil AVANZA Silver ini yg di duga telah menabrak Zahrah.

 

Lokasi Kejadian Tabrakan

Si Pelaku melarikan diri hingga kini dan di duga telah lari dan merubah penampilannya.  Pelaku sedang dalam pengejaran Pihak Kepolisian. “Hasil Olah TKP dan dari beberapa keterangan Saksi dan beberapa bukti yg ada sudah dapat di pastikan siapa pelakunya dan akan segera di Tangkap”  ujar salah seorang members Milist Cikarang Baru. Si Pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dan harus mendapat hukuman berat. Apalagi si Pelaku ini telah menghilangkan nyawa dan Kabur. Dari hasil penyelidikan telah di peroleh juga rekaman CCTV mobil AVANZA Silver sesat sebelum Kejadian terjadi.

Korban  Ananda Zahra oleh pihak keluarga langsung di ke bumikan sore harinya di Pemakaman umum Kampung Tegal danas.    Harapan dari keluarga korban agar pelaku segera sadar dan menyerahkan diri, karena kasusnya sudah dilaporkan ke unit Laka Lantas Polres Kabupaten Bekasi untuk diproses secara hukum dan Bukti-Bukti sudah di dapatkan Pihak Kepolisian. Pihak Keluarga dan Simpatisan Warga Cikarang Baru meminta agar Pihak  Kepolisian segera menangkap pelakunya dan membawa kasus ini ke Pengadilan. Warga Cikarang baru malah membuat Gerakan “Solidaritas untuk Zahrah” supaya Pelaku segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kasus ini pun sudah di limpahkan ke Pengacara oleh keluarga Korban.

Penguburan Zahrah

 

Tabrak Lari di Jalan Rusa Raya Cikarang Baru ini mudah-mudahan menjadi pembelajaran buat kita semua.  Berhati-hatilah di Jalan Raya. Bijaksanalah dalam berkendara. Diperumahan Cikarang Baru ini banyak sekali kejadian kecelakaan, Kehilangan Kendaraan bermotor dan Perampokan. Warga diminta harus terus waspada dan berhati-hati di jalan raya dan di manapun termasuk rumah dan tempat Usahanya jangan sampai anak anda menjadi Korban seperti kasus  Tabrak lari di Jalan Rusa Raya Cikarang Baru. Waspada dan Gunakan selalu Perlengkapan Keselamatan saat berkendara, awasi dan jaga keluarga anda. Gunakan Kunci ganda saat kendaraan anda parkir. Mintalah pengawalan pihak kepolisian apabila mengambil uang dalam jumlah banyak dari Bank.  Warga juga meminta kepada pihak Kepolisian dan Pengembang untuk selalu berusaha memberikan rasa aman dan nyaman untuk Semua Warga yang tinggal di Perumahan Cikarang Baru maupun di Kawasan Industri. Mari kita bersama-sama menciptakan suasana Perumahan, Lalu lintas yang aman dan nyaman

Update Progress Investigasi Kasus Tabrak Lari

by Dindin K – dhien2k@gmail.com

originally posted in cikarangbaru@yahoogroups.com on Sep 3 , 2012 – 9:03 am

Selamat Pagi warga milis tercinta

Tak terasa 19 Hari sudah terlewati setelah kejadian Tabrak lari tgl 17 Agustus 2012 yang menewaskan Ananda Zahra
Pihak kepolisian masih belum menemukan titik terang pelaku dan ke arah mana kasus ini dibawa. Janji Pak Kanit akan mengundang tersangka pelaku ternyata tidak terlaksana juga. Sementar isu di masyarakat terus berkembang, seperti yang didengar di hari Jum’at tanggal 31 Agustus 2012, bahwa pelaku sudah di tangkap, isu ini beredar bahkan muncul di jejaring sosial lewat kicauan beberapa orang yang sebelumnya dekat dengan terduga pelaku.
Tapi nyatanya, boro-boro ditangkap, ditetapkan jadi tersangka, atau dipanggil jadi saksi untuk diminta keterangan saja tidak….entah ada apa dengan kepolisian kita, apakah masih sibuk dengan pengamanan lebaran?

Pada hari sabtu tgl 1 September 2012 kemarin tim CBC mengambil inisiatif untuk melakukan silaturahmi langsung ke rumah terduga pelaku yang sudah merebak di masyarakat.
Tim CBC dari sore hari sudah berkoordinasi, Stelah shalat magrib dan shalat Isya di Mesjid Al Ikhlas jl Rusa 10, Tim yang berjumlah lebih dari 10 orang langsung menuju rumah terduga pelaku yang berada di Jl Rusa 9.
Didalam rumah ditemui 4 orang :
Satu orang laki-laki mengaku sebagai temannya pemilik rumah
Satu orang perempuan mengaku pemilik rumah
Satu orang perempuan mengaku temannya pemilik rumah
Satu orang lagi pemuda kurus, dengan rambut ikal pendek dengan muka tanpa ekpresi, terlihat jelas pemuda ini mengalami gangguan jiwa.

Dari perempuan yang mengaku pemilik rumah tersebut didapat keterangan, memang mereka mengetahui kejadian tabrak lari di jalan rusa raya tersebut, cuma menurut ibu tersebut anak mereka yang bernama Danil sudah hampir 2 bulan jarang pulang (JARANG PULANG). Dan mobil yang mereka miliki juga sering di rentalkan.
ibu itu janji jika danil pulang atau mobilnya pulang akan memberitahu kami..

tidak banyak yang kita dapat dari pertemuan tersebut.

Saya jadi inget pepatah orang tua, sebuas-buasnya induk singa tidak akan memakan anaknya sendiri.
Naluri alamiah seorang ibu tentu akan melindungi buah hatinya

19 hari setelah kejadian…
tersangka masih berkeliaran..
masih mengendarai kendaraan..
masih mengancam nyawa siapa saja yang mungkin lengah dan kurang berhati-hati di jalan…

Akankah kita diam dan hanya jadi penonton menunggu korban berikutnya….?

salam
Dindin