Jumat Tgl. 17 Agustus 2012

Image

” Innalillaahi wa inna ilaihi rooji’uun “Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan kepada-Nya-lah kita akan kembali

Pada Hari Jumat Tgl. 17 Agustus 2012 antara kurun waktu jam 11.00 sampai jam 12.00 siang itu Ananda Zahra menghembuskan napas untuk selamanya untuk menghadap ke sang Kholik.

Rasanya tidak percaya akan berita itu yang terpesan dari milist cikarang Baru :

Meneruskan berita dari p.Sanusi

Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun… Telah berpulang putri kami Zahra 8 th hari ini jam 13.00 kami hanya memohon doa agar anak sy bahagia di Surganya. Mohon jng tlpon saya… Krn kmi sdng berduka… Semoga arwah anak saya diterima oleh Allah swt dan dijadikan bidadari di Surganya… Alfatihah…

Mari kita doakan bersama, Allahunaghfirlaha warhamha waafihi wa’fuanha

salam,
bdi

dengan rasa penasaran akhirnya meluncur ke rumah duka Pak Uci, terlihat keharuan yang mendalam terlihat susana di cluster Menjangan.

a.Di Dalam Mushola Pak Uci dan Istri saat berbincang dengan Ustad Hariri sebelum pelaksanaan sholat Jenazah di lakukan :

Image

b. Di Lokasi makam setelah di turunkan dari Ambulan :

c. Persiapan untuk di makamkan :

d. Pak Uci saat menutup dinding dengan papan setelah meng-azani Ananda Zahra :

Rasa kehilangan dengan orang-orang terdekat memang sangatlah membuat hati kita sedih dan adanya penyesalan jika ada sesuatu yang masih belum kita wujudkan, inipun saya pernah mengalami terhadap Kakak , adik dan Ayahanda yang semuanya telah mendahului kami.

Hanya dengan Ikhlas dan Tawakal kita menerima kepergian mereka dengan berusaha mendo’akan kepada Allah SWT. agar diterima di sisi-NYA.

 

Salam,

http://rumahbacamas3h.wordpress.com/2012/07/10/tiga-nisan/

 

 

 

 

Doa Untuk Zahra

by Ananto – ananto.email@gmail.com

originally posted in cikarangbaru@yahoogroups.com on Sep 4 , 2012 – 09:03 am

zahra, putri cantik berusia 8 tahun, dapat dipastikan bahwa dia telah menjelma menjadi “malaikat” di surga sana… yang dengan senang dan ceria akan menggapai tangan ayah dan bundanya untuk naik bersamanya ke surga…
pada saat berdo’a kepada jenazah yang telah berusia baligh, yang tidak luput dari gelimang dosa, kita selalu berucap, “allaahummaghfirlaha warhamha wa’aafihi wa’fu’ anha, dst… ya allah, ampunilah kesalahannya, berilah rahmat dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia, dst…”
namun, dalam hal jenazah masih berusia belum baligh, yang mana buku catatan amalnya masih putih bersih sebagaimana dede’ zahra, maka yang kita ucapkan adalah, “ya allah, jadikanlah zahra kebaikan yang mendahului bagi ayah bundanya… jadikanlah zahra titipan amal shaleh bagi ayah bundanya… jadikanlah zahra sebagai simpanan bagi ayah bundanya pula, dst… allaahummaj’al zahra lahumma farathaa, waj’al zahra lahumma salafaa, waj’al zahra lahumma dzukraa, dst…” kita ndak perlu memintakan ampunan untuk zahra, karena zahra masih suci dan bersih, dan otomatis akan mendapatkan surga…
al faatihah…
salam,
ananto

Masih Ada Berbuat Sebagai Pengecut…

http://regional.kompasiana.com/2012/08/28/masih-ada-berbuat-sebagai-pengecut/

REP | 28 August 2012 | 11:43

 13461286821568403648
Lokasi Spanduk berada di Jalan Rusa Raya – Cikarang Baru – Kab. Bekasi

Spanduk ini terpampang  menandakan sebagai peringatan bahwa di lokasi adalah tempat terjadinya kecelakaan,

Spanduk ini menandakan buat orang-oang yang lewat dan membacanya,

Spanduk ini buat Pelaku yang masih tidak mau berani bertanggung jawab atas perbuatannya dengan kasus menabrak seorang anak yang akan menyebrang jalan.

Spanduk ini menandakan agar keluarga pelaku segera menyadarkan anak-saudara-ponakan-cucu-teman untuk segera menyerahkan diri ke Pihak Kepolisian atau datang ke pihak keluarga korban.

dan Spanduk ini khusus Pelaku yang berjiwa Pengecut.

Mempertanyakan Tanggung Jawab dan Nurani Pelaku Tabrak Lari

http://sosbud.kompasiana.com/2012/08/31/mempertanyakan-tanggung-jawab-dan-nurani-pelaku-tabrak-lari/

ditulis oleh pak ATG

http://www.kompasiana.com/amriltg

REP | 31 August 2012 | 04:37

13463626501269135956

Saya terhenyak saat membaca berita yang tertera di mailing list Cikarang Baru setelah kami sekeluarga baru keluar menonton film “Brandal-Brandal Ciliwung” Jum’at (17/8) sore. Saya memang baru menyalakan Blackberry dan seketika saya merasa seluruh persendian saya lemas, saat membaca bait demi bait email dilayar handphone itu. Tanpa terasa air mata saya menitik ketika spontan memeluk erat si bungsu Alya.yang terlihat kebingungan. Sebuah berita duka. Zahra (8 tahun), anak tercinta sahabat kami di milis Cikarang Baru dan Grup Sepeda Cikarang Baru Cycling (CBC), Pak Sanusi Reza, meninggal dunia dan menjadi korban tabrak lari saat menyeberang di Jalan Rusa Raya Perumahan Cikarang Baru, sekitar pukul 13.00 siang.

Saya memandang lekat kedua anak saya dan membayangkan betapa sedihnya Pak Sanusi ditinggal putri tercinta. Seorang ayah biasanya memiliki kedekatan emosional yang sangat kuat dengan anak perempuannya. Sebagai sesama ayah yang memiliki anak perempuan, tentu saja saya sungguh dapat merasakan kepedihan yang melanda batin Pak Sanusi.Terlebih menjelang saat-saat bahagia saat merayakan Idul Fitri 1433 H.

Almarhum ananda Zahra dikebumikan sore harinya dipemakaman Tegaldanas, tak jauh dari kediaman keluarga di Perumahan Cikarang Baru.

Sejak kejadian itu mailing list Cikarang Baru begitu ramai dengan berbagai posting menanggapi kejadian ini. Fokus utama tentu saja adalah pelaku tabrak lari yang hingga saat ini belum tertangkap. Peristiwa yang terjadi pada masa-masa puncak sibuk mudik dan akhir Ramadhan, tidak menyurutkan langkah teman-teman warga mailing list Cikarang Baru untuk tidak hanya memberikan dukungan moril pada Pak Sanusi sekeluarga, juga berusaha–secara independen–mengungkap pelaku tabrak lari tersebut. Beberapa kawan yang sudah mudik lebih dulu, bahkan pulang kembali ke Cikarang untuk memberikan dukungan pengungkapan kasus ini dengan menggali informasi di lokasi kejadian dan melakukan update terbaru di mailing list.

Dari beberapa fakta dilapangan diperoleh informasi bahwa sesudah menabrak ananda Zahra, pengemudi itu berusaha kabur dengan mencoba menabrak orang-orang disekitar lokasi yang menghalanginya. Menurut saksi, mobil penabrak memang melaju dengan kecepatan tinggi dan terkesan ugal-ugalan. Salah satu saksi sempat menorehkan nomor polisi kendaraan tersebut di sebuah papan pada bangunan semi permanen yang sering dipakai untuk berjualan sayur di ujung jalan Rusa Raya. Nomor itu memang tidak lengkap karena ditulis dalam keadaan darurat sesaat setelah saksi tersebut menghindar karena hampir ditabrak. Nomornya adalah B 146. “Pelaku saya hanya lihat memakai baju putih, rambut ikal agak panjang, kendaran Avanza Silver,” kata saksi yang hanya lulusan kelas IV SD dan kebetulan memiliki anak yang seumuran dengan almarhum Zahra.

Fakta diatas kian diperkuat dengan rekaman kamera CCTV tak jauh dari lokasi kejadian yang menampilkan mobil penabrak Avanza Silver melintas dibelakang sebuah mobil berwarna hitam. Foto kamera CCTV diatas menampilkan jepretan sekitar 10 detik sebelum kejadian tabrak lari terjadi. Seluruh informasi yang diperoleh telah diberikan kepada pihak berwajib dan konon berdasarkan berita terakhir pelakunya sudah mulai bisa teridentifikasi.

Perasaan geram atas perilaku pengecut dan jiwa kerdil sang penabrak lari sungguh membuat saya dan teman-teman milis Cikarang Baru berharap agar sang pelaku segera ditangkap dan diberikan hukuman yang adil dan setimpal. Mengakui kesalahan atau kecerobohannya menghilangkan nyawa putri kesayangan Pak Sanusi akan sangat dihargai dibanding kabur meninggalkan tanggung jawab. Dimana hati nurani kemanusiaan sang penabrak ? Kami sangat mengutuk kekerdilan jiwa si pelaku

Teman-teman mailing list Cikarang Baru kemudian berinisiatif untuk memasang spanduk di lokasi kejadian untuk mengenang peristiwa tragis itu, sekaligus mengingatkan agar pelakunya segera sadar dan menyerahkan diri untuk melalui proses hukum atas apa yang sudah dilakukannya. Tidak hanya itu spanduk tersebut tentu saja mengingatkan siapa saja untuk berhati-hati dan waspada mengendarai kendaraan agar tidak membahayakan nyawa orang lain, terlebih di kawasan perumahan yang padat penduduk.

Saya dan keluarga berdoa semoga ananda Zahra mendapatkan tempat terbaik disisi Allah SWT dan Pak Sanusi Reza sekeluarga diberikan ketabahan serta keikhlasan menghadapi musibah berat ini.Semoga saja kasus tabrakan tersebut segera terungkap dan pelakunya tertangkap dalam waktu cepat. Di keheningan malam saat menulis artikel ini, tanpa terasa mata saya basah terharu saat membaca puisi yang dipersembahkan pak Faisal Mahbub, salah satu anggota milis Cikarang Baru, untuk ananda almarhum Zahra

Berbaringlah dengan tenang, bidadari kecilku…
Cahaya hati ayah dan ibu

Rasakan hangat dekapan para malaikat…
Yang menyambutmu dan takkan melepaskanmu walau sesaat

Kini engkau menari dan berceloteh di taman surga, taman impian semua orang…
Hari Jum’at, penghujung Ramadhan, telah dipilih Tuhan untuk bertemu denganmu

Mengiringi kepergianmu wahai bunga di hati ayah dan bunda, teruntai do’a meski ada sesak dalam dada…

‘Ya Rabb Pemegang semua jiwa, semoga Engkau memberikan ikat rambut yg terindah kepada Zahra sehingga ia bisa menari di Taman SurgaMU’

‘Ya Tuhan Pemilik semua alam, tak ada yang bisa mencegah KetentuanMu, untuk itu berilah kekuatan kesabaran dan keikhlasan bagi kami yg mencintai Zahra’

‘Ya Rahman Ya Rahim, jadikan Zahra menjadi bidadari SurgaMU, yang akan menyambut kedua orangtuanya kelak dengan wajah dan senyum surgawinya’

‘Ya Allah, Tak ada tuhan selain Engkau, berilah kami kekuatan untuk memelihara amanahMU yg tersisa, di sisa hidup kami di dunia’.

Lebaran Kecut,….

originally posted in cikarangbaru@yahoogroups.com on Aug 3 , 2012 – 10:30 am

Nggak ilok lan nggak pantes sebenernya menyebut sebagaimanapun lebaran ini sebagai kecut, walaupun itu yang dirasakan, walaupun kekecutan itu sudah terjadi dua hari sebelum lebaran, walaupun kekecutan itu terjadi hanya sesaat setelah kaki ini menginjakan telapaknya di kampung halaman, bahkan sebelum janur bungkus ketupat dijalinkan, ayam dikandang belum disembelih untuk menunaikan tugas menemani ketupat lebaran di meja makan.

Kecut,
Bagaimana tidak, pada Jumat siang sebelum lebaran itu, jam satu siang lebih tiga puluh tiga menit saya mendapat kabar dari pesan Whatsapp group, dikirim dari seorang teman yang masih menunggu giliran untuk berangkat mudik dari Cikarang Baru…..

 

Inline image 1


Hampir tidak percaya dengan kabar ini, lemas saya mendengarnya, saya dan member group yang sudah mudik meminta bantuan detail dari berita tersebut kepada sahabat lainnya yang masih belum mudik atau tidak mudik, karena kami tahu, pak Sanusi dan keluarga adalah keluarga yang sehat-sehat saja dan ceria … pasti Zahra meninggal dengan tidak wajar.
Dan benar saja, Zahra harus kehilangan nyawanya, pak Sanusi keluarga harus kehilangan buah hatinya, bunga hidupnya, oleh kesembronoan seorang pengecut yang telah menabrak frontal dan menggilas tubuh mungil Zahra ke kolong mobil sampai keluar dari kolong belakang mobil.
Pengecut itu lalu malah dengan sombongnya tancap gas menyempurnakan hantaman pada tubuh mungil Zahra yang terluka parah ditabrak dan diinjaknya, mobil Avanza Silver Metalik itu melesat dan terbang diujung batas cor jalan Rusa raya menuju WTP, bahkan seorang pengendara sepeda motor yang mencoba menghalangi laju Avanza Silver Metalik itu nyaris ditabraknya pula, namun saksi di tempat kejadian sudah dapat mengenali mobil dan pengendaranya dengan jelas.

Setelah Zahra sempurna dipulasara dan dikuburkan di tempat pemakaman warga di Kandang Gereng – Jaya Mukti (seberang Tol Tegal Danas arah Deltamas di sisi kanan), besoknya keluarga melaporkan kejadian tabrak lari maut tersebut ke Unit Laka Lantas Polres Bekasi.
Pihak kepolisian telah melakukan olah TKP pada hari Minggu hari Lebaran sekitar jam 1 siang, kemudian memanggil satu saksi untuk dimintai keterangan.
Namun kepolisian terkesan bekerja lambat dan belum diketahui memanggil terduga yang jelas sudah dikenali para saksi dan semua saksi menunjuk ke satu nama, bahkan warga yang mengenal terduga pelaku semua mengetahui bahwa pelaku sering berkendara di kawasan perumahan secara ugal-ugalan, tidak melambat bila melewati polisi tidur dan beberapa kali nyaris menabrak pejalan kaki.

Menurut kabar, terduga pelaku sekarang
sudah tidak terlihat lagi batang hidungnya, begitu pula mobil yang digunakan sudah menghilang entah ke mana, ada dugaan bahkan seluruh isi rumah sudah mulai meninggalkan rumah mereka,

Walau proses terasa sangat lamban, kami semua optimis kasus ini akan dapat diselesaikan dengan tuntas, sehingga pelaku bisa diketahui dan diakui hukum, sehingga semua pihak dapat kemudian mengambil sikap dengan tepat…
Kita semua para orang tua dapat menjaga dan mendidik anak dengan lebih baik,
Awasi anak anak kita bila harus mengendarai kendaraan,
Perbaiki sikap kita dalam berlalulintas, hargai pengguna jalan lainnya, taati peraturan
Memelihara dan membenahi infrastruktur jalan,
Aktif dalam menjaga disiplin lalulintas, memberikan teguran pada pengguna jalan yang lalai bila perlu,

Terduga pelaku mencoba menghilang,
Keluarga pelaku terkesan melindungi terduga, bahkan sekarang ikut menghilang,
Kepolisian terkesan bekerja sangat lambat dan membingungkan kita orang awam,

Namun kami tetap optimis kasus ini akan menjadi jelas,
Terlebih dengan bantuan semua warga yang perduli akan kebaikan, keadilan, ketertiban, keamanan…

Kepada siapapun yang mendengar informasi apapun mengenai kejadian ini, mari share apa yang anda dengar di sini, karena sangat mungkin informasi tersebut sangat bermanfaat untuk penyelesaian kasus ini.
Atau bila informasi itu salah, atau menyesatkan, maka akan bisa diluruskan oleh rekan-rekan yang tahu perkembangan pastinya…

ingat  TERDUGA  MASIH  BURON, LINGKUNGAN KITA BELUM AMAN

semoga kasus ini segera selesai.
Aamiin.

cpgd-r

Tabrak Lari di Jalan Rusa Raya Cikarang Baru

Tabrak Lari di Jalan Rusa Raya Cikarang Baru

http://cikarangonline.com/korban-tabrak-lari-di-jalan-rusa-raya-cikarang-baru.html

Posted by on August 20, 2012

Tabrak Lari di Jalan Rusa Raya Cikarang Baru

Siang itu,  Jum’at 17 Agustus 2012  sekitar jam 12:04 dijalanan komplek Perumahan Cikarang Baru tepatnya di Jl.Rusa Raya telah terjadi Kecelakaan tabrak lari  yang mengakibatkan korban meninggal dunia  Ananda Zahra (8 tahun ). Korban sempat di larikan ke Rumah Sakit terdekat namun karena mengalami luka yang serius di bagian kepala akhirnya Ananda Zahrah meninggal dunia. Innalillahi wainna ilaihi Rojiun, semoga adik Zahrah masuk Surga nya Allah.

Zahrah semasa Hidup

Tabrak Lari di Jalan Rusa Raya Cikarang Baru , Menurut saksi mata yang melihat saat kejadian , Pengendara mobil Avanza Silver yang ngebut dan datang dari Arah Lapangan Fasos Rusa  yang telah menabrak Ananda Zahrah.  Ananda Zahrah sembat masuk kolong mobil dan keluar hingga belakang mobil . Saksi  tidak sempat mencatat semua nomer kendaraan pelaku, beliau hanya ingat B 146_. F__.   Ada juga Warga sekitar yang sempat menghalangi laju kendaraan tersebut namun si pengendara malah berusaha menabraknya sehingga akhirnya warga tersebut meloncat menghindar.

Mobil AVANZA Silver ini yg di duga telah menabrak Zahrah.

 

Lokasi Kejadian Tabrakan

Si Pelaku melarikan diri hingga kini dan di duga telah lari dan merubah penampilannya.  Pelaku sedang dalam pengejaran Pihak Kepolisian. “Hasil Olah TKP dan dari beberapa keterangan Saksi dan beberapa bukti yg ada sudah dapat di pastikan siapa pelakunya dan akan segera di Tangkap”  ujar salah seorang members Milist Cikarang Baru. Si Pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dan harus mendapat hukuman berat. Apalagi si Pelaku ini telah menghilangkan nyawa dan Kabur. Dari hasil penyelidikan telah di peroleh juga rekaman CCTV mobil AVANZA Silver sesat sebelum Kejadian terjadi.

Korban  Ananda Zahra oleh pihak keluarga langsung di ke bumikan sore harinya di Pemakaman umum Kampung Tegal danas.    Harapan dari keluarga korban agar pelaku segera sadar dan menyerahkan diri, karena kasusnya sudah dilaporkan ke unit Laka Lantas Polres Kabupaten Bekasi untuk diproses secara hukum dan Bukti-Bukti sudah di dapatkan Pihak Kepolisian. Pihak Keluarga dan Simpatisan Warga Cikarang Baru meminta agar Pihak  Kepolisian segera menangkap pelakunya dan membawa kasus ini ke Pengadilan. Warga Cikarang baru malah membuat Gerakan “Solidaritas untuk Zahrah” supaya Pelaku segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kasus ini pun sudah di limpahkan ke Pengacara oleh keluarga Korban.

Penguburan Zahrah

 

Tabrak Lari di Jalan Rusa Raya Cikarang Baru ini mudah-mudahan menjadi pembelajaran buat kita semua.  Berhati-hatilah di Jalan Raya. Bijaksanalah dalam berkendara. Diperumahan Cikarang Baru ini banyak sekali kejadian kecelakaan, Kehilangan Kendaraan bermotor dan Perampokan. Warga diminta harus terus waspada dan berhati-hati di jalan raya dan di manapun termasuk rumah dan tempat Usahanya jangan sampai anak anda menjadi Korban seperti kasus  Tabrak lari di Jalan Rusa Raya Cikarang Baru. Waspada dan Gunakan selalu Perlengkapan Keselamatan saat berkendara, awasi dan jaga keluarga anda. Gunakan Kunci ganda saat kendaraan anda parkir. Mintalah pengawalan pihak kepolisian apabila mengambil uang dalam jumlah banyak dari Bank.  Warga juga meminta kepada pihak Kepolisian dan Pengembang untuk selalu berusaha memberikan rasa aman dan nyaman untuk Semua Warga yang tinggal di Perumahan Cikarang Baru maupun di Kawasan Industri. Mari kita bersama-sama menciptakan suasana Perumahan, Lalu lintas yang aman dan nyaman

Ganti Photo Profile dengan Photo Zahra

by Asrul T – usrul3@gmail.com

originally posted in cikarangbaru@yahoogroups.com on Aug 31 , 2012 – 8:35 pm

Himbauan untuk mengubah photo Profile berlaku kepada seluruh lapisan masyarakat Luas baik yang tergabung dalam Komitas, Club, Paguyuban dll yang peduli terhadap kasus ini dengan tujuan agar tercipta Berkendara yang aman & nyaman sehingga tidak ada Korban zahra-zahra yang lain, dan untuk mengubah Photo Profile ke Photo Ananda Zahra Minimal 1 BULAN

photo yang akan diset menjadi photo profile adalah sbb:

editing photo oleh kang acoe http://www.facebook.com/samsudin.acoe

Solidaritas Untuk Zahra

by Faisal Mahbub – st.jenar@gmail.com

originally posted in cikarangbaru@yahoogroups.com on Aug 30 , 2012 – 10:44 am

Selamat pagi para sahabatku sekalian,

Melihat perkembangan kasus tabrak lari tgl 17 Agustus 2012 lalu, yang menimpa ananda Zahra,  putri sahabat kita Bpk Sanusi Reza, dan tingginya minat masyarakat luas yang peduli dengan kasus ini khususnya warga Cikarang Baru yang mungkin saja diantara mereka ingin membantu baik moril maupun materil demi penyelesaian kasus ini secara adil, maka saya mengusulkan untuk membentuk gerakan ” SOLIDARITAS UNTUK ZAHRA “, dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :

  • Gerakan ini murni muncul dari kesadaran masyarakat yang bersimpati, peduli dan berharap agar kasus ini segera diselesaikan oleh pihak yang berwajib demi menjadi pelajaran agar ke depan tidak terjadi kasus serupa seperti ini,
  • Gerakan ini tidak boleh mengganggu proses hukum yang sedang berjalan, bahkan seharusnya bisa membantu pihak yang berwajib dalam mengungkap dan menyelesaikan kasus ini,
  • Gerakan ini, adalah gerakan sosial dimana diharapkan kasus Zahra ini menjadi ‘monumen’ pengingat untuk mencegah kecelakaan dan kejahatan di jalan raya di wilayah Cikarang Baru yang masih cukup tinggi.

Ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan, diantaranya :

  • Semua member yang berniat bergabung dalam gerakan ini, membuat status tentang kasus ini di jejaring sosialnya masing2, seperti yg sudah dilakukan oleh Pak ATG, secara SERENTAK.  Format kalimatnya tetap menjunjung asas praduga tak bersalah jadi diusahakan jangan menyantumkan nama pelaku, malah isinya ditujukan untuk memberi dukungan kepada pihak berwajib dan team investigasi CBC dalam mengusut tuntas kasus ini.
  • Kepada para blogger pun, saya usulkan untuk membuat tulisan2 mengenai kasus ini dengan gayanya masing2 baik di blog pribadi maupun di komunitasnya.  Tujuan membuat tulisan2 baik di status jejaring social maupun di blog diharapkan untuk memberi kesan kepedulian yang sangat tinggi dari warga Cikarang Baru khususnya, sehingga aparat yang berwajib lebih serius menangani kasus ini.
  • Mendirikan posko, sebagai pusat kegiatan untuk para member berbagi informasi, karena bisa saja ada pihak2 yang ingin terlibat atau membantu baik moril maupun materil sehingga mereka bisa tahu kemana harus datang.
  • Saya menyadari bahwa usaha-usaha teman2 CBC dalam menegakkan kebenaran dan keadilan tentu perlu dukungan dana, walaupun saya yakin dihati mereka sudah dipenuhi dengan rasa keikhlasan, namun alangkah baiknya bila member lain yang ingin memberikan bantuan dalam bentuk dana sebaiknya ditampung saja.  Berjuang menegakkan kebenaran dan keadilan adalah laku ibadah, jihad fisabilillah, golongan ini termasuk mustahiq untuk menerima infaq, zakat, atau sedekah, dengan kata lain bila bapak2 atau ibu2 mau menyisihkan sedekahnya dalam perjuangan ini, itu sudah tepat.

Mudah-mudahan ide ini bisa mendapat respon, sehingga selanjutnya kita akan bicara soal teknis, seperti tanggal berapa kita sepakati untuk membuat status dan tulisan secara serentak, dimana posko yang bisa digunakan, siapa PIC yang menangani bantuan2 berupa dana, dsb… dsb.

Salam,
Aa Faisal

Bidadari Kecil Bernama Zahra

Zahra, begitulah ia disapa.  Anak ke-2 dari tiga bersaudara dan putri satu-satunya sahabat kami, Bpk Sanusi Reza, yang kami kenal sangat ramah, baik pergaulannya sesama teman dan tetangga di lingkungan kami.  Zahra adalah bunga melati kecil di rumah Bpk Sanusi.  Bulan Mei nanti ia genap berusia 8 tahun.  Ia membawa keceriaan, sebagaimana anak wanita ia senang bergaya, tertarik dengan fashion, bernyanyi dan menari, ia benar-benar bunga melati kecil.

Kami mempunyai perkumpulan sepeda, dan sekali waktu kami melihat Pak Sanusi mengajak Zahra bersepeda.  Kayuhan-kayuhan kecilnya dan senyum bahagia masih tergambar jelas dalam ingatan kami.  Begitu akrabnya mereka.  Mungkin benar apa yang sering dikatakan orang, anak perempuan lebih dekat dan merasa nyaman dengan ayahnya.  Saya pribadi merasakan hal seperti itu juga.

Hingga peristiwa itu tiba…..

17 Agustus 2012.  Siang itu Zahra ikut menemani ayah dan ibunya pergi ke sebuah bengkel di lingkungan perumahan kami, tepatnya di Jl. Rusa Raya Cikarang Baru.  Sebuah perjalanan terakhir bagi Zahra menemani ayah dan ibunya tercinta.  Sebuah perjalanan yang dikuti banyak para malaikat.  Sebuah perjalanan dimana Tuhan akan menggenapkan Takdir bagi makhlukNYA.

Pak Sanusi, menepikan mobilnya.  Tanpa merasakan apa-apa dia turun dari mobil dan memeriksa masalah mobilnya seperti yang dilakukan orang kalau pergi ke bengkel.  Di seberang bengkel ada toko yang menjual asesoris anak-anak, dan Zahra berpikir tentang ikat rambut.  Zahra ingin terlihat cantik di depan ayah dan ibunya, ia menginginkan ikat rambut.  Maka, ia pun meminta ijin untuk membeli ikat rambut.  Jalanan memang sepi dan Zahra pun menyeberang jalan…….

[[ … koreksi dari pak Sanusi, ayah korban:

Di seberang bengkel yang berjarak sekitar 20  meter arah ujung luar Jl. rusa Raya ada Gerobak Dorong yang menjual asesoris anak-anak, dan Zahra berpikir tentang Gulungan Rambut.  Zahra ingin terlihat cantik di depan ayah dan ibunya, ia menginginkan Gulungan Rambut.  Maka, ia pun meminta ijin untuk membeli ikat rambut tapi dilarang keras oleh Mamahnya karena kondisi udara Panas dan berada disebrang jalan yang agak jauh. Mamahnya meminta dia untuk bersabar sampai urusan dibengkel selesai baru menghampiri Gerobak Dorong tersebut searah pulang.

Namun apa yang terjadi ketika Mamahnya lengah dan turun dari mobil untuk memperhatikan kerja sang Penambal Ban (kebetulan Mobil ini milik Istri saya dan biasa dia pakai) ternyata Zahra mencuri kesempatan dan melanggar perintah Mamahnya untuk diam ditempat sehingga kecelakaan itu terjadi….. ]]

Dari arah yang berlawanan, seorang pengendara mobil  Avanza silver dengan kecepatan tinggi melaju, menerjang  undukan jalan (poldur) yang tak jauh dari situ, tak ayal lagi……. dan brruukkkk…. Zahra terpental tertabrak mobil itu, bukan…. Bukan tertabrak, Zahra ditabrak mobil itu karena mobil itu tidak menghentikan lajunya, ia terus melaju, ia tahu telah menabrak seorang anak kecil, tapi sopir itu tidak peduli, ia terus melaju…. Zahra pun terseret….

Si penabrak berhati binatang itu mencoba kabur, tetapi seseorang berhati mulia mencoba menghalangi laju mobil itu, tetapi sudah bisa diduga orang ini pun berniat ditabraknya pula.  Begitulah perilaku pengecut, sekali dia berbuat salah maka sebisa mungkin dengan segala cara bersembunyi di dalam got jika perlu.  Bapak-bapak penolong itu luput dari bahaya, ia bisa menghindar dari mobil maut  itu.  Dan si sopir pengecut itu lolos menghilang, meninggalkan kegeraman bagi siapapun yang melihat.

Zahra tergeletak di atas aspal panas.  Matanya terpejam hanya merasakan ayah dan ibunya memungutnya.  Saat itu ia masih bernafas tetapi darah sudah bercucuran dimana-mana.  Zahra tidak merasakan sakit karena sayap-sayap malaikat sudah menaunginya, hanya saja ia tak bisa berucap untuk mengatakan “Papa.. Mama… ma’afkan aku”.

Secepatnya, Pak Sanusi membawa Zahra ke rumah sakit terdekat, berusaha sekuat tenaga untuk menyelematkan putri buah hatinya itu.  Manusia bisa berusaha, tetapi tak ada yang bisa mencegah takdir Tuhan.  Zahra menghembuskan nafas terakhirnya, hari Jum’at, bulan ramadhan, waktu kematian yang didamba-damba orang.

Kini Zahra sudah tiada di dunia.  Ia sudah berada dimana seharusnya ia berada.  Ia sudah mengenakan ikat rambutnya yang terindah di Taman Surga.  Tetapi, sopir maniak itu masih berlenggang sampai saat ini.  Sopir itu tidak peduli nyawa seorang anak kecil.  Sopir itu tak mempedulikan hukum.  Apa yang ada di dalam otak sopir itu ?  Masihkah kita berharap kesadaran dari orang seperti ini ?

Jika kami sekarang berharap keadilan agar kasus ini diselesaikan secara hukum, itu karena kami menginginkan agar perilaku ugal-ugalan hingga memakan korban jiwa cukup sampai di sini saja.  Zahra menjadi martir bagi kita, untuk kesadaran kita, untuk kebaikan kita bersama.  Zahra tidak meninggal dengan sia-sia, ia membukakan mata kita bahwa keadilan tetap harus diperjuangkan.  Sesama manusia harus saling menghargai, tolong menolong, dimana saja ia berada, di lingkungan rumah, kantor ataupun di jalan raya terlebih lagi.

Sampai detik ini, kami harus menunggu waktu dan sampai kapanpun akan terus berusaha agar kasus ini bisa diselesaikan secara tuntas.

SOLIDARITAS UNTUK ZAHRA

Cikarang, 3 September 2012

Salam,

FM