7 Era Legenda : 1 – The Three Musketeers

7 Era Legenda Dalam 7 tahap pengungkapan kasus Tabrak Lari Rusa Raya

Era pertama pada malam pertama: Era “Three Musketeers”

17 Agustus ba’da sholat Jum’at, Group Whatsapp CBC dikagetkan oleh berita meninggalnya Zahra – putri tersayang pak Sanusi, mantan ketua CBC periode pertama, saat itu sebagian besar anggota CBC banyak yang sudah mendarat di kampung halaman masing masing untuk menyambut Idul Fitri yang akan datang dua hari menjelang.

Sebagian anggota CBC yang masih berada di CIkarang kemudian menjadi wakil untuk ikut menghadiri dan memulasara jenazah ananda Zahra sampai ke penguburan di TPU Kandang Gereng – Jayamukti.
Beberapa yang hadir diantaranya adalah pak Sulistiyo W yang notabene adalah founding fathernya CBC, pak Ipung, pak Ribut, pak Nana, pak Ari, pak Adhi dan lainnya ….
Anggota CBC yang sudah di kampung halaman hanya bisa menitipkan belasungkawa untuk disampaikan pada keluarga yang ditinggalkan dan berkirim doa.
Namun demikian, dua orang anggota yang kampung halaman tujuan mudiknya tidak terlalu jauh kemudian kembali ke Cikarang untuk keperluan melayat, beliau adalah pak Imam yang balik arah dari Bandung dan pak Harminto dari Tanggerang.

Setelah pemulasaraan selesai ada dorongan dari semua anggota untuk dapat mengungkap kasus ini. Dasar utama dari dorongan tersebut adalah kaburnya penabrak lari dan itu tidak bisa dibiarkan, selain keadilan harus ditegakkan, bahwa pengungkapan kasus ini akan dapat mengurangi potensi terulangnya kejadian serupa di masa yang akan datang.

Dalam kondisi seperti itu, di mana sebagian besar anggota yang menginginkan kasus ini terungkap secara tuntas malah jauh dari Cikarang, maka ide-ide yang dituangkan kemudian menjadi harus dilaksanakan oleh anggota yang masih ada di Cikarang.
Mereka yang di Cikarang, dimotori oleh pak Sulis kemudian melakukan dua hal yang sangat penting: pertama adalah menghimpun informasi dan melakukan verifikasi akan dugaan-dugaan seputar kasus tabrak lari ini, termasuk mendata para saksi mata dan mengkonfirmasi informasi dengan para saksi mata tersebut.
kedua, mendampingi pihak korban untuk membukukan laporan kecelakaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang ke Unit Kecelakaan Lalulintas PolRes Bekasi.
Malam di tanggal 17 itu 3 orang anggota CBC bergerilya mengumpulkan sebanyak mungkin informasi, dan besoknya mereka mendampingi pak Sanusi membukukan laporan kecelakan kepada kepolisian.

Inilah awal dari bergulirnya semangat pengungkapan kasus tabrak lari demi tegaknya keadilan di dalam tubuh CBC.
Anggota yang di luar Cikarang hanya bisa memantau dan mengusulkan ide dan keinginan, sementara Aksi dan Realisasi dilakukan oleh mereka orang-orang hebat pemberani di lini depan bak Musketeers yang dengan ikhlas meluangkan waktu yang teramat berharga di penghujung Ramadhan itu untuk menjaga dan meningkatkan momentum semangat pengungkapan kasus tabrak lari tersebut.
Andai anggota yang ada di Cikarang tidak berinisiatip mengambil langkah berani itu, maka semua ide dan keinginan dari anggota dari masing masing kampung halaman hanya akan menguap begitu saja dan kasus ini tidak pernah ada.

Terima kasih dari saya yang termasuk anggota yang sudah mudik pada mereka yang beraksi nyata di Cikarang mulai dari detik pertama.

=== Bersampung ke Era kedua : Crime Scene Investigation ===

Advertisements

Kronologi Kecelakaan

tulisan di bawah ini dibuat oleh ayahanda korban dari sudut pandang beliau
saat ini banyak versi kronologi yang beredar dan kebanyakan mengandung informasi yang salah bahkan menyesatkan
semoga dengan adanya tuturan kronologi dari orang pertama ini bisa meluruskan simpang siurnya informasi

 

Pada tanggal 17 Agusutus 2012 hari Jumat jam 10.30 saya Bersama keluarga yang berjumlah 4 orang yang bernama M. Sanusi (Ayah), Elida (Ibu), Zahra Amelia Sanusi (7 thn anak ke2) dan Rasyad Andhika Sanusi (4 thn anak ke3 ) berencana akan ke Carefoure Cikarang mengendarai Mobil Toyota Avanza warna Biru telur Asin.. Perlu diketahui bahwa mobil Avanza ini adalah mobil yang kesehariannya dibawa oleh Istri saya untuk mengantar dan menjemput anak saya sekolah di SDIT Al Ikhwan. Pada saat mobil berjalan beberapa menit Istri saya Elida memberitahukan bahwa Ban Serep dalam kondisi tidak baik yaitu terdapat benjolan disamping karena masuk lubang yang besar pada kecepatan yang lumayan cepat. Oleh karena itu maka niat ke Carefour membawa anak-anak untuk belanja dan bermain ditunda dan kami langsung ke Toko Ban “Mekar Jaya Ban” disekitar depan perumahan Taman Sentosa.
Pada saat Ban Serep dibongkar untuk digantikan Ban yang baru montir ban bicara “Pak.. Mur penyangga ban Serepnya tidak ada, jadi bagaimana nih…” lalu saya jawab “Tidak munggkin tidak ada, kalau tidak ada pasti Ban Serep saya akan lepas sejak tadi waktu saya berangkat..” Ternyata setelah saya cek memang mur tersebut tidak ada dan penyangga Ban Serep tertahan di Bumper sehingga tidak jatuh. Setelah selesai mengganti Ban Serep dengan ban yang baru maka ban Serep ditaruh dibagasi dan penyangga diikat dengan tali agar tidak lepas. Pada saat yang bersamaan Istri saya berkata bahwa kemungkinan Mur penyangga ban Serep tersebut tertinggal di bengkel Tambal ban Jl. Rusa Raya karena beberapa hari yang lalu mobil tersebut kempes bannya dan diganti dengan ban Serep untuk sementara. Dari cerita tersebut maka kami putuskan untuk langsung menuju bengkel Tambal Ban di Jl. Rusa Raya dan diperjalanan saya berusaha mencari toko baut yang buka namun semua toko baut tutup.
Pada saat mobil yang kami kendarai memasuki Jl. Rusa Raya sekitar jam 12.00 anak saya Zahra melihat pedagang mainan serta Asesoris wanita dan anak-anak. Didalam mobil dia meminta kepada Ibunya untuk dibelikan gulungan rambut namun ditolak keras oleh Ibunya karena berada dipinggir jalan dan pada saat itu panas sekali serta disarankan agar membeli Gulungan Rambut tersebut dibeli setelah urusan Ban Serep selesai. Pada saat mobil kami merapat ke Bengkel Tambal Ban yang berada dikanan jalan saya dan istri saya turun menjumpai Ucok sang penambal Ban dan kami utarakan maksud kedatangan kami. Pada saat itu pula anak saya Zahra berusaha turun dari mobil namun kelihatan oleh Ibunya dan denga sigap disuruh masuk kembali ke mobil. Zahra duduk dibangku baris ke 2 disisi kiri yang langsung mengarah ke Jalan Raya sedangkan Istri saya duduk dikursi penumpang samping kursi pengemudi.
Pada saat Ucok sang penambal Ban dan saya menuju ke bagasi mobil untuk memperlihatkan Mur penyangga Ban Serep yang hilang, Ucok bersikeras bahwa dia telah memasang mur tersebut dan tidak bisa dihindari kami berdua saling berargumentasi. Mendengar kondisi demikian Istri saya sebagai pengemudi yang pada saat itu menambal ban merasa terusik dengan argument Ucok sehingga dia keluar dari Mobil melewati depan mobil. Tanpa disadarinya Zahra mencuri kesempatan untuk keluar dari Mobil menuju Penjual Mainan dan pada saat yang besamaan datang Avanza Silver menabrak tubuh Zahra yang mungil dengan keras. Seketika itu juga saya menoleh kebelakang dan saya lihat tubuh anak saya berada dikolong mobil sampai akhirnya terlepas dari kolong mobil karena Mobil tersebut tidak berhenti sama sekali. Kepala Zahra penuh dengan luka dan darah segar mengucur deras seketika itu juga nyawa anak kami hilang. Dan sampai tulisan ini diterbitkan Mobil Avanza Silver tersebut belum diketahui keberadaannya.
Pada saat kejadian saya dan beberapa warga yang ada disekitar lokasi berusaha mengejar mobil tersebut tapi malah warga yang mengadang mobil mau ditabrak. Ada juga pengendara sepeda motor yang berusaha mengejar namun tidak dapat karena kecepatan mobil sangat kencang. Pada saat kejadian ada beberapa saksi yang saya kenali yaitu :
1. Bp. Joko tinggal di Jl. Rusa
2. Bp. Dayat tinggal di Kamp. Rawa Sentul
3. Bp. Muis tinggal di Jl. Rusa Raya
4. Bp. Albert Martin (Abang Ucok) pemilik Bengkel

Demikianlah Kronologis kejadian Kecelakaan yang menimpa puti saya Zahra Amelia Sanusi dan tulisan ini saya buat tanpa ada tekanan dan dalam kondisi yang sadar.

Cikarang, 11 September 2012
Hormat Kami

M. Sanusi
Ayah Korban

Banyak Anak di Jalan

Banyak Anak Banyak Rejeki, begitu kata pepatah, entah benar atau tidak…
Namun bila banyak anak-anak di jalanan lingkungan perumahan, anak kami, anak tetangga, anak teman…. anak kita… maka sudah semestinya kita semua berhati-hati…
Sebagai orang tua, kita akan harus mengawasi anak-anak kita, dan sebagai pengguna jalan, kita memiliki tanggung jawab penuh untuk menjaga keselamatan di jalan.
Tidak semestinya kita memacu kendaraan bermotor jenis apapun dengan kecepatan yang membahayakan pengguna jalan lain, terutama anak-anak yang belum memiliki kedewasaan berfikir dan bertanggung jawab.
Mobil, Motor, Sepeda, Pejalan Kaki, Anak-Anak, bahkan Hewan Ternak/Peliharaan yang digembala adalah kesemuanya Pengguna Jalan yang dilindungi undang-undang, dan setiap mereka memiliki hak penggunaan jalan.

Kembali menurut UU 22 tahun 2009 pasal 21, batas kecepatan pada setiap kelas jalan ditentukan secara nasional,
Sedang untuk jalan lingkungan atau perumahan, mengacu pada karakteristik wilayah kota/daerah maka dapat ditetapkan melalui peraturan daerah /PerDa yang ditetapkan kepala daerah, termasuk dengan memasang dan jenis rambu-rambu yang sesuai….

Pada tanggal 17 Agustus 2012, tengah hari bolong, ananda Zahra menjadi korban tabrak lari oleh sebuah kendaraan Avanza Silver di Jalan perumahan di Cikarang Baru, Jalan Rusa Raya. Pelaku penabrak lari diduga melarikan kendaraan dengan kecepatan tinggi, jauh melebihi ketentuan wajar kecepatan kendaraan di jalan lingkungan perumahan, terbukti dengan tewasnya korban tabrak lari.
Pengendara kendaraan Avanza Silver itu kabur melarikan diri dari tanggung jawabnya dan sampai tulisan ini dibuat belum ada berita penangkapan pengecut kerdil itu ataupun penahanannya.

Upaya dari setiap sisi HARUS digerakan untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan itu terjadi lagi.
Menangkap pelaku tabrak lari adalah kewajiban kepolisian setelah kasus ini secara resmi dilaporkan pada unit laka polres bekasi kabupaten.
Menangkap pelaku dan mengganjarnya dengan hukuman setimpal adalah keharusan, dan bila itu tidak dilakukan, maka salah satu maniac pelanggar ketentuan lalu lintas akan terus bebas berkeliaran, mengancam nyawa setiap siapa yang lewat di jalanan yang sama dengan si maniac tersebut.

Dari sisi kita sebagai warga, selain menjaga anak-anak kita, kita juga bisa membantu saling mengingatkan di jalanan, memelihara rambu-rambu dan marka jalan yang sudah ada, atau lebih aktif lagi dengan ikut membuat pengaturan di jalan lingkungan demi keselamatan bersama.

Korban sudah jatuh, potensi penyebab kecelakaan masih terserak berkeliaran, sudah saatnya kita bergerak bersama, mari tata disiplin dan aturan berlalu lintas, mari proaktif, mari saling mengingatkan….
Entah relevan atau tidak, namun unit kerja pemerintahan di level RT dan RW, akan sangat efektif bila ikut ambil bagian dalam penataan lalu lintas jalan lingkungan.
  

Doa Untuk Zahra

by Ananto – ananto.email@gmail.com

originally posted in cikarangbaru@yahoogroups.com on Sep 4 , 2012 – 09:03 am

zahra, putri cantik berusia 8 tahun, dapat dipastikan bahwa dia telah menjelma menjadi “malaikat” di surga sana… yang dengan senang dan ceria akan menggapai tangan ayah dan bundanya untuk naik bersamanya ke surga…
pada saat berdo’a kepada jenazah yang telah berusia baligh, yang tidak luput dari gelimang dosa, kita selalu berucap, “allaahummaghfirlaha warhamha wa’aafihi wa’fu’ anha, dst… ya allah, ampunilah kesalahannya, berilah rahmat dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia, dst…”
namun, dalam hal jenazah masih berusia belum baligh, yang mana buku catatan amalnya masih putih bersih sebagaimana dede’ zahra, maka yang kita ucapkan adalah, “ya allah, jadikanlah zahra kebaikan yang mendahului bagi ayah bundanya… jadikanlah zahra titipan amal shaleh bagi ayah bundanya… jadikanlah zahra sebagai simpanan bagi ayah bundanya pula, dst… allaahummaj’al zahra lahumma farathaa, waj’al zahra lahumma salafaa, waj’al zahra lahumma dzukraa, dst…” kita ndak perlu memintakan ampunan untuk zahra, karena zahra masih suci dan bersih, dan otomatis akan mendapatkan surga…
al faatihah…
salam,
ananto

Masih Ada Berbuat Sebagai Pengecut…

http://regional.kompasiana.com/2012/08/28/masih-ada-berbuat-sebagai-pengecut/

REP | 28 August 2012 | 11:43

 13461286821568403648
Lokasi Spanduk berada di Jalan Rusa Raya – Cikarang Baru – Kab. Bekasi

Spanduk ini terpampang  menandakan sebagai peringatan bahwa di lokasi adalah tempat terjadinya kecelakaan,

Spanduk ini menandakan buat orang-oang yang lewat dan membacanya,

Spanduk ini buat Pelaku yang masih tidak mau berani bertanggung jawab atas perbuatannya dengan kasus menabrak seorang anak yang akan menyebrang jalan.

Spanduk ini menandakan agar keluarga pelaku segera menyadarkan anak-saudara-ponakan-cucu-teman untuk segera menyerahkan diri ke Pihak Kepolisian atau datang ke pihak keluarga korban.

dan Spanduk ini khusus Pelaku yang berjiwa Pengecut.

Masih adakah Nurani ……………….

by Dwinanto Dwi – dwin2003@yahoo.com

originally posted in cikarangbaru@yahoogroups.com on Sep 3 , 2012 – 11:59 am

Kejadian kecelakaan 17 Agustus 2012 di Cikarang Baru menelan korban Jiwa.
Putri dari sahabat, saudara dan teman kami Bapak Sanusi.
Kehilangan yang paling berharga dan sangat di cintai.
Pada kesempatan ini, kami sahabat, saudara dan teman dari keluarga korban menghimbau,

Untuk Aparat Keamanan,

Bulan Syawal belum berakhir , hati bersih kembali laksana kertas kosong.
Nurani suci masih luas dan berharap tidak terkotori.
Data – data lengkap dan dugaan pelaku sudah jelas namun belum ada tindakan.
Kami berharap para penegak hukum membuka mata hatinya dan menggunakan nuraninya.
Haruskah hati Nurani terkalahkan oleh silau dunia.
Kami tidak berharap pengadilan jalanan menjadi luapan ketidak adilan dan ketidakberdayaan aparat.
Kami tidak berharap ada korban lain karena lambatnya dalam pengambilan keputusan.
Dengarlah jeritan kegelisahan atas ketidakadilan dan gunakan Hati Nurani sebagai Orang Tua Korban.
Lakukan yang terbaik bapak – bapak penegak hukum, kami berharap segera tuntas masalah ini.

Untuk Pelaku Tabrak Lari,

Jangan pernah mengaku sebagai laki-laki, jika tak bisa kau kepalkan tanganmu dan berkata “ Saya Laki – laki “.
Dan kemudian berkata “ Saya bertanggung jawab atas kejadian tanggal 17 Agustus 2012 di Rusa Raya “
Ungkapkan segala kesalahan pada Tuhan, dan sampaikan tangisan Nurani mu pada orang yang kamu cintai.
Sampaikan rasa penyesalan dan siap bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Nurani mu tak kan pernah lari, keangkuhanmu lah yang lari, kesombonganmu lah yang menutup kata Nurani mu.
Kemana pun pergi Nurani mu selalu ada dan berkata “ Jadi lah laki – laki dan akuilah segala kesalahanmu “
Masih kah ada Nurani dalam diri mu………………………………

“Kami , sahabat , teman dan saudara dari keluarga Pak Sanusi mengucapkan “ Terima Kasih atas Doa serta Dukungan semua Pihak . Kami tak akan mundur sejengkal pun sampai masalah ini selesai

Mempertanyakan Tanggung Jawab dan Nurani Pelaku Tabrak Lari

http://sosbud.kompasiana.com/2012/08/31/mempertanyakan-tanggung-jawab-dan-nurani-pelaku-tabrak-lari/

ditulis oleh pak ATG

http://www.kompasiana.com/amriltg

REP | 31 August 2012 | 04:37

13463626501269135956

Saya terhenyak saat membaca berita yang tertera di mailing list Cikarang Baru setelah kami sekeluarga baru keluar menonton film “Brandal-Brandal Ciliwung” Jum’at (17/8) sore. Saya memang baru menyalakan Blackberry dan seketika saya merasa seluruh persendian saya lemas, saat membaca bait demi bait email dilayar handphone itu. Tanpa terasa air mata saya menitik ketika spontan memeluk erat si bungsu Alya.yang terlihat kebingungan. Sebuah berita duka. Zahra (8 tahun), anak tercinta sahabat kami di milis Cikarang Baru dan Grup Sepeda Cikarang Baru Cycling (CBC), Pak Sanusi Reza, meninggal dunia dan menjadi korban tabrak lari saat menyeberang di Jalan Rusa Raya Perumahan Cikarang Baru, sekitar pukul 13.00 siang.

Saya memandang lekat kedua anak saya dan membayangkan betapa sedihnya Pak Sanusi ditinggal putri tercinta. Seorang ayah biasanya memiliki kedekatan emosional yang sangat kuat dengan anak perempuannya. Sebagai sesama ayah yang memiliki anak perempuan, tentu saja saya sungguh dapat merasakan kepedihan yang melanda batin Pak Sanusi.Terlebih menjelang saat-saat bahagia saat merayakan Idul Fitri 1433 H.

Almarhum ananda Zahra dikebumikan sore harinya dipemakaman Tegaldanas, tak jauh dari kediaman keluarga di Perumahan Cikarang Baru.

Sejak kejadian itu mailing list Cikarang Baru begitu ramai dengan berbagai posting menanggapi kejadian ini. Fokus utama tentu saja adalah pelaku tabrak lari yang hingga saat ini belum tertangkap. Peristiwa yang terjadi pada masa-masa puncak sibuk mudik dan akhir Ramadhan, tidak menyurutkan langkah teman-teman warga mailing list Cikarang Baru untuk tidak hanya memberikan dukungan moril pada Pak Sanusi sekeluarga, juga berusaha–secara independen–mengungkap pelaku tabrak lari tersebut. Beberapa kawan yang sudah mudik lebih dulu, bahkan pulang kembali ke Cikarang untuk memberikan dukungan pengungkapan kasus ini dengan menggali informasi di lokasi kejadian dan melakukan update terbaru di mailing list.

Dari beberapa fakta dilapangan diperoleh informasi bahwa sesudah menabrak ananda Zahra, pengemudi itu berusaha kabur dengan mencoba menabrak orang-orang disekitar lokasi yang menghalanginya. Menurut saksi, mobil penabrak memang melaju dengan kecepatan tinggi dan terkesan ugal-ugalan. Salah satu saksi sempat menorehkan nomor polisi kendaraan tersebut di sebuah papan pada bangunan semi permanen yang sering dipakai untuk berjualan sayur di ujung jalan Rusa Raya. Nomor itu memang tidak lengkap karena ditulis dalam keadaan darurat sesaat setelah saksi tersebut menghindar karena hampir ditabrak. Nomornya adalah B 146. “Pelaku saya hanya lihat memakai baju putih, rambut ikal agak panjang, kendaran Avanza Silver,” kata saksi yang hanya lulusan kelas IV SD dan kebetulan memiliki anak yang seumuran dengan almarhum Zahra.

Fakta diatas kian diperkuat dengan rekaman kamera CCTV tak jauh dari lokasi kejadian yang menampilkan mobil penabrak Avanza Silver melintas dibelakang sebuah mobil berwarna hitam. Foto kamera CCTV diatas menampilkan jepretan sekitar 10 detik sebelum kejadian tabrak lari terjadi. Seluruh informasi yang diperoleh telah diberikan kepada pihak berwajib dan konon berdasarkan berita terakhir pelakunya sudah mulai bisa teridentifikasi.

Perasaan geram atas perilaku pengecut dan jiwa kerdil sang penabrak lari sungguh membuat saya dan teman-teman milis Cikarang Baru berharap agar sang pelaku segera ditangkap dan diberikan hukuman yang adil dan setimpal. Mengakui kesalahan atau kecerobohannya menghilangkan nyawa putri kesayangan Pak Sanusi akan sangat dihargai dibanding kabur meninggalkan tanggung jawab. Dimana hati nurani kemanusiaan sang penabrak ? Kami sangat mengutuk kekerdilan jiwa si pelaku

Teman-teman mailing list Cikarang Baru kemudian berinisiatif untuk memasang spanduk di lokasi kejadian untuk mengenang peristiwa tragis itu, sekaligus mengingatkan agar pelakunya segera sadar dan menyerahkan diri untuk melalui proses hukum atas apa yang sudah dilakukannya. Tidak hanya itu spanduk tersebut tentu saja mengingatkan siapa saja untuk berhati-hati dan waspada mengendarai kendaraan agar tidak membahayakan nyawa orang lain, terlebih di kawasan perumahan yang padat penduduk.

Saya dan keluarga berdoa semoga ananda Zahra mendapatkan tempat terbaik disisi Allah SWT dan Pak Sanusi Reza sekeluarga diberikan ketabahan serta keikhlasan menghadapi musibah berat ini.Semoga saja kasus tabrakan tersebut segera terungkap dan pelakunya tertangkap dalam waktu cepat. Di keheningan malam saat menulis artikel ini, tanpa terasa mata saya basah terharu saat membaca puisi yang dipersembahkan pak Faisal Mahbub, salah satu anggota milis Cikarang Baru, untuk ananda almarhum Zahra

Berbaringlah dengan tenang, bidadari kecilku…
Cahaya hati ayah dan ibu

Rasakan hangat dekapan para malaikat…
Yang menyambutmu dan takkan melepaskanmu walau sesaat

Kini engkau menari dan berceloteh di taman surga, taman impian semua orang…
Hari Jum’at, penghujung Ramadhan, telah dipilih Tuhan untuk bertemu denganmu

Mengiringi kepergianmu wahai bunga di hati ayah dan bunda, teruntai do’a meski ada sesak dalam dada…

‘Ya Rabb Pemegang semua jiwa, semoga Engkau memberikan ikat rambut yg terindah kepada Zahra sehingga ia bisa menari di Taman SurgaMU’

‘Ya Tuhan Pemilik semua alam, tak ada yang bisa mencegah KetentuanMu, untuk itu berilah kekuatan kesabaran dan keikhlasan bagi kami yg mencintai Zahra’

‘Ya Rahman Ya Rahim, jadikan Zahra menjadi bidadari SurgaMU, yang akan menyambut kedua orangtuanya kelak dengan wajah dan senyum surgawinya’

‘Ya Allah, Tak ada tuhan selain Engkau, berilah kami kekuatan untuk memelihara amanahMU yg tersisa, di sisa hidup kami di dunia’.

Suatu Pagi di Jalan Rusa Raya – Cikarang Baru

originally posted in cikarangbaru@yahoogroups.com on Aug 28 , 2012 – 10:04 am

Pagi ini sekitar jam tujuh pulang gowes pagi nengok sawah di Pasir Tanjung saya menuju rumah melalui Jalan Rusa Raya, akses utama ke sektor Serta Alam.
Bebeberapa kendaraan terlihat melaju pelan menuju ke luar kompleks pemukiman..

Inline image 1

Mobil kelir silver yang menghadap kamera paling depan ternyata dikemudikan oleh Budayawan milis ini, Aa Boxer.Di depannya seorang pria mengendarai sepeda motor dengan kelengkapan sangat memadai selain sarung tangan melintas di depan sebuah spanduk besar yang baru saya lihat pagi ini.
Pria ini melengkapi dirinya dengan Helm, Jacket, Sepatu, Kaca Spion lengkap dan standar serta lampu depan menyala, semoga selamat sampai tujuan, dan berhasil mendapatkan nafkah yang cukup untuk keluarga….

Inline image 2

Di seberangnya seorang ibu melintas menggunakan sepeda motor menggendong anak, tanpa helm… hati-hati ya bu..
Di belakang si ibu terlihat spanduk yang sama, terpampang besar dan jelas di depan Pangkas Rambut Serasi – Jl Rusa Raya..
Inline image 3

Coba Photo lebih dekat…

Inline image 4

Sebuah spanduk informasi mengenai kejadian tabrak lari dengan korban gadis kecil nan lucu dan pelakuk Tabrak lari kabur dari tanggung jawab…..
Mengutip kata-kata pedagang kios sekitar lokasi yang saya tanya “BUKAN MANUSIA ITU YANG NABRAK, GAK PUNYA HATI”
Beberapa pedagang dan pengusaha di sekitar lokasi yang saya coba tanya semua mengatakan hal yang sama dan mendukung pengungkapan penyelesaian kasus ini untuk mewujudkan lingkungan yang lebih aman, karena jelas mereka semua memiliki anak-anak kecil, yang kapan saja bisa berada di jalan, dan kapan saja bisa menjadi korban berikutnya,…. kecuali kita bisa membantu aktif merubah cara berkendara kita dan semua pengguna jalan untuk dapat tertib dan mengutamakan keselamatan bersama.

cpgd-r

Tabrak Lari di Jalan Rusa Raya Cikarang Baru

Tabrak Lari di Jalan Rusa Raya Cikarang Baru

http://cikarangonline.com/korban-tabrak-lari-di-jalan-rusa-raya-cikarang-baru.html

Posted by on August 20, 2012

Tabrak Lari di Jalan Rusa Raya Cikarang Baru

Siang itu,  Jum’at 17 Agustus 2012  sekitar jam 12:04 dijalanan komplek Perumahan Cikarang Baru tepatnya di Jl.Rusa Raya telah terjadi Kecelakaan tabrak lari  yang mengakibatkan korban meninggal dunia  Ananda Zahra (8 tahun ). Korban sempat di larikan ke Rumah Sakit terdekat namun karena mengalami luka yang serius di bagian kepala akhirnya Ananda Zahrah meninggal dunia. Innalillahi wainna ilaihi Rojiun, semoga adik Zahrah masuk Surga nya Allah.

Zahrah semasa Hidup

Tabrak Lari di Jalan Rusa Raya Cikarang Baru , Menurut saksi mata yang melihat saat kejadian , Pengendara mobil Avanza Silver yang ngebut dan datang dari Arah Lapangan Fasos Rusa  yang telah menabrak Ananda Zahrah.  Ananda Zahrah sembat masuk kolong mobil dan keluar hingga belakang mobil . Saksi  tidak sempat mencatat semua nomer kendaraan pelaku, beliau hanya ingat B 146_. F__.   Ada juga Warga sekitar yang sempat menghalangi laju kendaraan tersebut namun si pengendara malah berusaha menabraknya sehingga akhirnya warga tersebut meloncat menghindar.

Mobil AVANZA Silver ini yg di duga telah menabrak Zahrah.

 

Lokasi Kejadian Tabrakan

Si Pelaku melarikan diri hingga kini dan di duga telah lari dan merubah penampilannya.  Pelaku sedang dalam pengejaran Pihak Kepolisian. “Hasil Olah TKP dan dari beberapa keterangan Saksi dan beberapa bukti yg ada sudah dapat di pastikan siapa pelakunya dan akan segera di Tangkap”  ujar salah seorang members Milist Cikarang Baru. Si Pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dan harus mendapat hukuman berat. Apalagi si Pelaku ini telah menghilangkan nyawa dan Kabur. Dari hasil penyelidikan telah di peroleh juga rekaman CCTV mobil AVANZA Silver sesat sebelum Kejadian terjadi.

Korban  Ananda Zahra oleh pihak keluarga langsung di ke bumikan sore harinya di Pemakaman umum Kampung Tegal danas.    Harapan dari keluarga korban agar pelaku segera sadar dan menyerahkan diri, karena kasusnya sudah dilaporkan ke unit Laka Lantas Polres Kabupaten Bekasi untuk diproses secara hukum dan Bukti-Bukti sudah di dapatkan Pihak Kepolisian. Pihak Keluarga dan Simpatisan Warga Cikarang Baru meminta agar Pihak  Kepolisian segera menangkap pelakunya dan membawa kasus ini ke Pengadilan. Warga Cikarang baru malah membuat Gerakan “Solidaritas untuk Zahrah” supaya Pelaku segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kasus ini pun sudah di limpahkan ke Pengacara oleh keluarga Korban.

Penguburan Zahrah

 

Tabrak Lari di Jalan Rusa Raya Cikarang Baru ini mudah-mudahan menjadi pembelajaran buat kita semua.  Berhati-hatilah di Jalan Raya. Bijaksanalah dalam berkendara. Diperumahan Cikarang Baru ini banyak sekali kejadian kecelakaan, Kehilangan Kendaraan bermotor dan Perampokan. Warga diminta harus terus waspada dan berhati-hati di jalan raya dan di manapun termasuk rumah dan tempat Usahanya jangan sampai anak anda menjadi Korban seperti kasus  Tabrak lari di Jalan Rusa Raya Cikarang Baru. Waspada dan Gunakan selalu Perlengkapan Keselamatan saat berkendara, awasi dan jaga keluarga anda. Gunakan Kunci ganda saat kendaraan anda parkir. Mintalah pengawalan pihak kepolisian apabila mengambil uang dalam jumlah banyak dari Bank.  Warga juga meminta kepada pihak Kepolisian dan Pengembang untuk selalu berusaha memberikan rasa aman dan nyaman untuk Semua Warga yang tinggal di Perumahan Cikarang Baru maupun di Kawasan Industri. Mari kita bersama-sama menciptakan suasana Perumahan, Lalu lintas yang aman dan nyaman