Kecelakaan Sepeda Di tabrak Motor di Cikarang Baru :

Posted by Wawan @ CikarangBaru@yahoogroups.com
Kemarin sekitar Jam  4 sore ( Jan.29,2013 )  tiba-tiba di depan NetCOMM Rame oleh Kendaraan yang berhenti dan banyak orang berlarian. Saya pun langsung melihat kedepan. Ternyata ada yang tertabrak Motor saat menyebrang Jalan. Waktu itu saya hanya melihat Ibu-Ibu yang bawa motor berboncengan dengan anaknya sehabis pulang sekolah. Anak tersebut jatuh…saya pikir beliau yang tertabrak.
Setelah si Ibu itu jalan lagi, saya kaget di pinggir jalan ada anak yg bawa sepeda sedang kesakitan. Tidak tahunya Zaki. Beliau anaknya Pak Hilman. Ternyata Zaki ini lah yang tertabrak motor si Ibu dan tertimpa sepedanya ketika akan menyebarang Jalan. Spontan saya Bawa Zaki ke NetCOMM dan di cek luka-lukanya dan saya beri Obat Luka. Zaki saat itu Pucat dan masih Kaget.  Saya telp Pak Hilman dan Tak lama Ibunda Zaki dan Kakaknya datang ke NetCOMM. Alhamdulillah Zaki hanya luka-luka ringan di Kaki dan Tangannya.  Semoga Zaki segera sembuh dan bisa beraktifitas kembali.
Cikarang Baru memang semakin ramai saja setiap harinya. Jadi kita mesti selalu Waspada dan hati-hati kalau di Jalan Raya. Mau Nyebrang Jalan saja Susah. Mau Berbelok diperempatan saja sulit. Motor dan Mobil nggak mau pada ngalah…coba lihat di perempatan Tarum Barat/Pom Bensin..disitu saja Ribet. Sampe2 Satpamnya An-Nur Pusing ngaturnya.kadang tidak mau memberi kesempatan buat yg mau menyebrang atau yang mau belok dari arah lain.  Jadinya hukum “Semau Gue” dipake…
Para members milist sepertinya tidak ada yg bersikap demikian. Kita selalu upayakan Sopan dan Santun di jalan. Kalau ada yg mau menyebrang atau berbelok dipersilahkan dan diberikan kesempatan.
Salam,
Wawan
Komentar dan Tanggapan yang disampaikan member milist :
Yups
kecuali mau melahirkan atau keburu ngompol di celana
Baru tuh boleh “SEMAU GUWE”FYI, Perempatan Delta Silicon Lembah Hijau yang kemrn di infokan Pak hengky, sekarang tiap pagi udh macet banget, karena selain jalan yang sempit, juga masih banyak motor mobil selonang selonong KEBELET PIPIS itu tadi, ga mau nunggu antrean lampu

CABEE DEH
Novi diah S

Kota industri yg belum siap dengan kemungkinan2 yg akan terjadi kedepanya…..
Jadi study bandingnya mungkin sambil ngantuk dulunya….,he he hesalam,
gzl

Firman wrote:

Baca dulu UULL bagian sepeda dan pejalan kaki.
Mereka DIUTAMAKAN
Bahkan jika motor/mobil nabrak kambing pun bisa saja motor/mobil yang salah, dab itu diatur di UU tersebut

On Jan 31, 2013 9:21 AM, “Harminto Andi” <handip@gmail.com> wrote:

wuaahh… kacau juga tuh yg nabrak

Jarak dari mobil ke sepeda saya perkirakan lumayan jauh, kemungkinan besar si pengendara motor sudah bisa melihat sepeda (yang akan kekanan), tapi karena (biasanya) sepeda jalannya lambat, mungkin si pengendara motor gak rela jalannya dipotong sama sepeda karena akan memperlambat jalannya, jadi dia gak mau kasih jalan, jadinya nabrak deh.
Tapi itu hanya analisa saya saja, bisa saja pengendara sepedanya yg belok kanan secara mendadak untuk menghindari mobil, Tapi tetap aja, penabraknya gak tanggung jawab banget, mungkin karena takut juga dia.
salam

andi

Orang tua korbanpun berkomentar :
From: Hilman [mailto:Hilman.Hilman@Mattel.com]

P’Wawan,

Terimakasih atas pertolongannya terhadap Zaki Selasa sore (kemaren), kebetulan pada waktu terima telp saya sedang di west plant dan situasi jalanan padat, jadi saya minta istri dan anak sulung segera  ke tempat P’wawan.

Terimakasih juga buat bapak2 & Ibu2 yg sudah memberikan pertolongan dan perhatian pada saat kejadian di sana.

Maaf e mail saya tidak bisa nembus ke milist, mungkin karena user ID-nya pernah diganti tahun-tahun lalu oleh IT, jadi cuman bisa nerima saja tidak bisa reply ke milist.

Waktu kejadian, Zaki mau pergi les ke jalan Kancil. Selalu naik sepeda karena teman2 SMP-nya pakai sepeda juga…

Menurut keterangan Zaki, sebelum menyebrang ke kanan jalan (dg sepeda) zaki berhenti dulu melihat ke arah belakang, dari arah yg sama ada mobil yg berjalan perlahan dan karena pelan dia berusaha / mencoba utk ngasih tanda akan nyebrang dengan melambaikan tangan kanan, sang mobil memberikan kesempatan utk itu. Sehingga mulailah Zaki menggowes sepedanya menuju arah kanan jalan.

Tanpa diduga tiba-tiba dari arah belakang (kanan jalan) motor melintas dan menabrak sepeda dari belakang, zaki mengira yg nambrak itu mobil yg ada di belakang ternyata motor si wanita itu.

Saat kejadian di wanita tsb hanya bilang : makanya hati2 De kalau nyebrang !!

Saya tanya lagi ke Zaki, si wanita tsb nanyain kondisi zaki gak waktu kejadian? zaki bilang : Nggak pak, cuman ngomong gitu aja..terus gak lama pergi berangkat lagi..

Biasanya kalau ada kejadian seperti itu si penabrak (siapapun itu) selalu ingin/menyempatkan utk bertanya : gimana De ada yg luka / sakit atau apalah……

Setelah dia selesai cerita, pada akhirnya tetap saya nasehatin zaki, agar lain kali harus lebih hati2 lagi di jalanan dan/atau dimanapun…..

“Hardono Umardani” <hardono.umardani@gmail.com> wrote:

Seringkali saia dengan sengaja menghentikan untuk mempersilahkan orang menyeberang…dan seringkali harus dengan tambahan membuka kaca untuk melambaikan tangan, nyetop motor di belakang yg seringkali malah berusaha nyelonong ke depan…

Hebit pengendara motor ketika terjadi antrian karena kendaraan di depan berhenti adalah ambil kanan untuk mendahului…salah satu penyebab stuck..macet sampek ngunci di jalan dua arah…seringkali terjadi di sepanjang kalimalang saat jam berangkat/pulang kerja.
*seringkali hebit tersebut ternyata saia lakukan tanpa sadar ketika pakek sepeda motor…duhh…
Salam,

HUM

abdul Malik :
Apakah Ibu – Ibu tersebut anggota milis, kerabat,Keluarga bahkan Istri anggota milis…? Kudu di terapi SEFT dulu ntu orang biar kejiwaan nya pulih setidaknya butuh waktu 6 bulan kayak anak P’Menko yang nabrak luxio…
Advertisements

7 Era Legenda : 1 – The Three Musketeers

7 Era Legenda Dalam 7 tahap pengungkapan kasus Tabrak Lari Rusa Raya

Era pertama pada malam pertama: Era “Three Musketeers”

17 Agustus ba’da sholat Jum’at, Group Whatsapp CBC dikagetkan oleh berita meninggalnya Zahra – putri tersayang pak Sanusi, mantan ketua CBC periode pertama, saat itu sebagian besar anggota CBC banyak yang sudah mendarat di kampung halaman masing masing untuk menyambut Idul Fitri yang akan datang dua hari menjelang.

Sebagian anggota CBC yang masih berada di CIkarang kemudian menjadi wakil untuk ikut menghadiri dan memulasara jenazah ananda Zahra sampai ke penguburan di TPU Kandang Gereng – Jayamukti.
Beberapa yang hadir diantaranya adalah pak Sulistiyo W yang notabene adalah founding fathernya CBC, pak Ipung, pak Ribut, pak Nana, pak Ari, pak Adhi dan lainnya ….
Anggota CBC yang sudah di kampung halaman hanya bisa menitipkan belasungkawa untuk disampaikan pada keluarga yang ditinggalkan dan berkirim doa.
Namun demikian, dua orang anggota yang kampung halaman tujuan mudiknya tidak terlalu jauh kemudian kembali ke Cikarang untuk keperluan melayat, beliau adalah pak Imam yang balik arah dari Bandung dan pak Harminto dari Tanggerang.

Setelah pemulasaraan selesai ada dorongan dari semua anggota untuk dapat mengungkap kasus ini. Dasar utama dari dorongan tersebut adalah kaburnya penabrak lari dan itu tidak bisa dibiarkan, selain keadilan harus ditegakkan, bahwa pengungkapan kasus ini akan dapat mengurangi potensi terulangnya kejadian serupa di masa yang akan datang.

Dalam kondisi seperti itu, di mana sebagian besar anggota yang menginginkan kasus ini terungkap secara tuntas malah jauh dari Cikarang, maka ide-ide yang dituangkan kemudian menjadi harus dilaksanakan oleh anggota yang masih ada di Cikarang.
Mereka yang di Cikarang, dimotori oleh pak Sulis kemudian melakukan dua hal yang sangat penting: pertama adalah menghimpun informasi dan melakukan verifikasi akan dugaan-dugaan seputar kasus tabrak lari ini, termasuk mendata para saksi mata dan mengkonfirmasi informasi dengan para saksi mata tersebut.
kedua, mendampingi pihak korban untuk membukukan laporan kecelakaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang ke Unit Kecelakaan Lalulintas PolRes Bekasi.
Malam di tanggal 17 itu 3 orang anggota CBC bergerilya mengumpulkan sebanyak mungkin informasi, dan besoknya mereka mendampingi pak Sanusi membukukan laporan kecelakan kepada kepolisian.

Inilah awal dari bergulirnya semangat pengungkapan kasus tabrak lari demi tegaknya keadilan di dalam tubuh CBC.
Anggota yang di luar Cikarang hanya bisa memantau dan mengusulkan ide dan keinginan, sementara Aksi dan Realisasi dilakukan oleh mereka orang-orang hebat pemberani di lini depan bak Musketeers yang dengan ikhlas meluangkan waktu yang teramat berharga di penghujung Ramadhan itu untuk menjaga dan meningkatkan momentum semangat pengungkapan kasus tabrak lari tersebut.
Andai anggota yang ada di Cikarang tidak berinisiatip mengambil langkah berani itu, maka semua ide dan keinginan dari anggota dari masing masing kampung halaman hanya akan menguap begitu saja dan kasus ini tidak pernah ada.

Terima kasih dari saya yang termasuk anggota yang sudah mudik pada mereka yang beraksi nyata di Cikarang mulai dari detik pertama.

=== Bersampung ke Era kedua : Crime Scene Investigation ===

Kronologi Kecelakaan

tulisan di bawah ini dibuat oleh ayahanda korban dari sudut pandang beliau
saat ini banyak versi kronologi yang beredar dan kebanyakan mengandung informasi yang salah bahkan menyesatkan
semoga dengan adanya tuturan kronologi dari orang pertama ini bisa meluruskan simpang siurnya informasi

 

Pada tanggal 17 Agusutus 2012 hari Jumat jam 10.30 saya Bersama keluarga yang berjumlah 4 orang yang bernama M. Sanusi (Ayah), Elida (Ibu), Zahra Amelia Sanusi (7 thn anak ke2) dan Rasyad Andhika Sanusi (4 thn anak ke3 ) berencana akan ke Carefoure Cikarang mengendarai Mobil Toyota Avanza warna Biru telur Asin.. Perlu diketahui bahwa mobil Avanza ini adalah mobil yang kesehariannya dibawa oleh Istri saya untuk mengantar dan menjemput anak saya sekolah di SDIT Al Ikhwan. Pada saat mobil berjalan beberapa menit Istri saya Elida memberitahukan bahwa Ban Serep dalam kondisi tidak baik yaitu terdapat benjolan disamping karena masuk lubang yang besar pada kecepatan yang lumayan cepat. Oleh karena itu maka niat ke Carefour membawa anak-anak untuk belanja dan bermain ditunda dan kami langsung ke Toko Ban “Mekar Jaya Ban” disekitar depan perumahan Taman Sentosa.
Pada saat Ban Serep dibongkar untuk digantikan Ban yang baru montir ban bicara “Pak.. Mur penyangga ban Serepnya tidak ada, jadi bagaimana nih…” lalu saya jawab “Tidak munggkin tidak ada, kalau tidak ada pasti Ban Serep saya akan lepas sejak tadi waktu saya berangkat..” Ternyata setelah saya cek memang mur tersebut tidak ada dan penyangga Ban Serep tertahan di Bumper sehingga tidak jatuh. Setelah selesai mengganti Ban Serep dengan ban yang baru maka ban Serep ditaruh dibagasi dan penyangga diikat dengan tali agar tidak lepas. Pada saat yang bersamaan Istri saya berkata bahwa kemungkinan Mur penyangga ban Serep tersebut tertinggal di bengkel Tambal ban Jl. Rusa Raya karena beberapa hari yang lalu mobil tersebut kempes bannya dan diganti dengan ban Serep untuk sementara. Dari cerita tersebut maka kami putuskan untuk langsung menuju bengkel Tambal Ban di Jl. Rusa Raya dan diperjalanan saya berusaha mencari toko baut yang buka namun semua toko baut tutup.
Pada saat mobil yang kami kendarai memasuki Jl. Rusa Raya sekitar jam 12.00 anak saya Zahra melihat pedagang mainan serta Asesoris wanita dan anak-anak. Didalam mobil dia meminta kepada Ibunya untuk dibelikan gulungan rambut namun ditolak keras oleh Ibunya karena berada dipinggir jalan dan pada saat itu panas sekali serta disarankan agar membeli Gulungan Rambut tersebut dibeli setelah urusan Ban Serep selesai. Pada saat mobil kami merapat ke Bengkel Tambal Ban yang berada dikanan jalan saya dan istri saya turun menjumpai Ucok sang penambal Ban dan kami utarakan maksud kedatangan kami. Pada saat itu pula anak saya Zahra berusaha turun dari mobil namun kelihatan oleh Ibunya dan denga sigap disuruh masuk kembali ke mobil. Zahra duduk dibangku baris ke 2 disisi kiri yang langsung mengarah ke Jalan Raya sedangkan Istri saya duduk dikursi penumpang samping kursi pengemudi.
Pada saat Ucok sang penambal Ban dan saya menuju ke bagasi mobil untuk memperlihatkan Mur penyangga Ban Serep yang hilang, Ucok bersikeras bahwa dia telah memasang mur tersebut dan tidak bisa dihindari kami berdua saling berargumentasi. Mendengar kondisi demikian Istri saya sebagai pengemudi yang pada saat itu menambal ban merasa terusik dengan argument Ucok sehingga dia keluar dari Mobil melewati depan mobil. Tanpa disadarinya Zahra mencuri kesempatan untuk keluar dari Mobil menuju Penjual Mainan dan pada saat yang besamaan datang Avanza Silver menabrak tubuh Zahra yang mungil dengan keras. Seketika itu juga saya menoleh kebelakang dan saya lihat tubuh anak saya berada dikolong mobil sampai akhirnya terlepas dari kolong mobil karena Mobil tersebut tidak berhenti sama sekali. Kepala Zahra penuh dengan luka dan darah segar mengucur deras seketika itu juga nyawa anak kami hilang. Dan sampai tulisan ini diterbitkan Mobil Avanza Silver tersebut belum diketahui keberadaannya.
Pada saat kejadian saya dan beberapa warga yang ada disekitar lokasi berusaha mengejar mobil tersebut tapi malah warga yang mengadang mobil mau ditabrak. Ada juga pengendara sepeda motor yang berusaha mengejar namun tidak dapat karena kecepatan mobil sangat kencang. Pada saat kejadian ada beberapa saksi yang saya kenali yaitu :
1. Bp. Joko tinggal di Jl. Rusa
2. Bp. Dayat tinggal di Kamp. Rawa Sentul
3. Bp. Muis tinggal di Jl. Rusa Raya
4. Bp. Albert Martin (Abang Ucok) pemilik Bengkel

Demikianlah Kronologis kejadian Kecelakaan yang menimpa puti saya Zahra Amelia Sanusi dan tulisan ini saya buat tanpa ada tekanan dan dalam kondisi yang sadar.

Cikarang, 11 September 2012
Hormat Kami

M. Sanusi
Ayah Korban

Banyak Anak di Jalan

Banyak Anak Banyak Rejeki, begitu kata pepatah, entah benar atau tidak…
Namun bila banyak anak-anak di jalanan lingkungan perumahan, anak kami, anak tetangga, anak teman…. anak kita… maka sudah semestinya kita semua berhati-hati…
Sebagai orang tua, kita akan harus mengawasi anak-anak kita, dan sebagai pengguna jalan, kita memiliki tanggung jawab penuh untuk menjaga keselamatan di jalan.
Tidak semestinya kita memacu kendaraan bermotor jenis apapun dengan kecepatan yang membahayakan pengguna jalan lain, terutama anak-anak yang belum memiliki kedewasaan berfikir dan bertanggung jawab.
Mobil, Motor, Sepeda, Pejalan Kaki, Anak-Anak, bahkan Hewan Ternak/Peliharaan yang digembala adalah kesemuanya Pengguna Jalan yang dilindungi undang-undang, dan setiap mereka memiliki hak penggunaan jalan.

Kembali menurut UU 22 tahun 2009 pasal 21, batas kecepatan pada setiap kelas jalan ditentukan secara nasional,
Sedang untuk jalan lingkungan atau perumahan, mengacu pada karakteristik wilayah kota/daerah maka dapat ditetapkan melalui peraturan daerah /PerDa yang ditetapkan kepala daerah, termasuk dengan memasang dan jenis rambu-rambu yang sesuai….

Pada tanggal 17 Agustus 2012, tengah hari bolong, ananda Zahra menjadi korban tabrak lari oleh sebuah kendaraan Avanza Silver di Jalan perumahan di Cikarang Baru, Jalan Rusa Raya. Pelaku penabrak lari diduga melarikan kendaraan dengan kecepatan tinggi, jauh melebihi ketentuan wajar kecepatan kendaraan di jalan lingkungan perumahan, terbukti dengan tewasnya korban tabrak lari.
Pengendara kendaraan Avanza Silver itu kabur melarikan diri dari tanggung jawabnya dan sampai tulisan ini dibuat belum ada berita penangkapan pengecut kerdil itu ataupun penahanannya.

Upaya dari setiap sisi HARUS digerakan untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan itu terjadi lagi.
Menangkap pelaku tabrak lari adalah kewajiban kepolisian setelah kasus ini secara resmi dilaporkan pada unit laka polres bekasi kabupaten.
Menangkap pelaku dan mengganjarnya dengan hukuman setimpal adalah keharusan, dan bila itu tidak dilakukan, maka salah satu maniac pelanggar ketentuan lalu lintas akan terus bebas berkeliaran, mengancam nyawa setiap siapa yang lewat di jalanan yang sama dengan si maniac tersebut.

Dari sisi kita sebagai warga, selain menjaga anak-anak kita, kita juga bisa membantu saling mengingatkan di jalanan, memelihara rambu-rambu dan marka jalan yang sudah ada, atau lebih aktif lagi dengan ikut membuat pengaturan di jalan lingkungan demi keselamatan bersama.

Korban sudah jatuh, potensi penyebab kecelakaan masih terserak berkeliaran, sudah saatnya kita bergerak bersama, mari tata disiplin dan aturan berlalu lintas, mari proaktif, mari saling mengingatkan….
Entah relevan atau tidak, namun unit kerja pemerintahan di level RT dan RW, akan sangat efektif bila ikut ambil bagian dalam penataan lalu lintas jalan lingkungan.
  

Di Balik Perilaku “Tabrak Lari”

13469620511028427957

Solidarity for Zahra (Doc: Sanusi)

Tulisan ini didedikasikan untuk alamarhumah Zahra (8 th), putri tercinta rekan kami bapak Sanusi Reza. Ananda Zahra pastinya sekarang menjelma menjadi “malaikat” di surga sana… yang dengan senang dan ceria akan menggapai tangan ayah dan bundanya untuk naik bersamanya ke surga (by Ananto)

3 minggu sudah berlalu sejak kasus tabrak lari tersebut namun sampai detik ini nampaknya kasus ini masih jauh dari kata “closed” meskipun sekumpulan ‘detektif  goweser’ sudah menemukan titik terang mengenai pelaku beserta saksi-saksinya.  Besar harapan pihak polisi bisa lebih bertindak cepat sehingga warga Cikarang Baru tidak khawatir lagi  dikarenakan pelaku masih berkeliaran dan bisa menyebabkan kejadian ini terulang lagi.

Anyway…dalam tulisan ini saya tidak ingin menanyakan kinerja pihak polisi, meski dalam hati sangat ingin menayakannya… dan bertanya dengan keras … “Pada siapa kita bisa mengadu?” *mode sedih. Yang ingin saya utarakan disini adalah hipotesa“kenapa sih…pelaku melakukannya?”

Tabrak lari??? Mendengar kata itu pasti berjuta rasanya.

Mengerikan dan sedih tidak terkira seandainya terjadi kepada diri sendiri, orang-orang terdekat kita atau kawan kita seperti yang saat ini terjadi.

Geram dan marah…tentu saja… apakah sebegitunya orang tidak punya hati nurani dan rasa tanggung jawab, seperti yang pernah ditulis oleh bapak Amril TG dalam tulisan “Mempertanyakan Tanggung Jawab dan Nurani Pelaku Tabrak Lari”

Tidak habis pikir… ya…kenapa bisa? apalagi seperti dalam kasus ini, terjadi di lingkungan perumahan sendiri (tentunya pelaku mudah dikenali oleh orang sekitar), dengan kondisi jalan sempit dan banyak polisi tidur yang tentunya mobil tidak akan melaju kencang dan kalaupun tertabrak karena lalai..efeknya seharusnya tidak sefatal ini (sampai meninggal).

Iklhas dan sabar…itulah yang keluarga korban lakukan agar ananda Zahra di surga bisa tenang. Namun sebagi pembelajaran dan antisipasi buat kita semua, tentunya rekan-rekan goweser dan komunitas di Cikarang Baru tidak akan bertindak diam.

Oke..kembali ke topik.. “Kenapa sih pelaku melakukannya?”

Hipotesa sangat kuat adalah pelaku ingin terhindar dari suatu kerugian atau menutup aib dirinya. Dalam hal ini dengan sengaja pelaku kabur bahkan menancap gas lebih cepat karena tidak ingin ditangkap polisi / orang -orang dan dimintai tanggung jawab.

Perilaku tersebut sudah masuk dalam kategori “kriminal”.

Disni saya mengasumsikan kenapa pelaku sampai melakukan tindak kriminal tersebut antara lain:

    • Mungkin saja secara fisik yang bersangkutan dalam kodisi tidak sadar, seperti habis mabuk-mabukan, sehingga tidak dapat mengendalikan kemudi dengan baik dan kurang dapat memperhatikan lingkungan.
    • Kontrol diri yang rendah dan bisa jadi disertai intelegensi yang kurang sehingga yang bersangkutan kurang dapat berfikir mana yang baik dan tidak. Buat pelaku yang penting adalah kepuasan atau pemenuhan kebutuhan dirinya yaitu selamat dari kejaran. Dalam hal ini dorongan-dorongan yang ada dalam diri pelaku lebih kuat daripada ego (logika) dan super egonya (norma-norma yang mengatur), sehingga pelaku tidak peduli meski dia tahu apa yang dilakukan salah dan melanggar norma-norma yang ada.
    • Pelaku cenderung berbuat sekehendak hatinya (super ego lemah / tidak memperhatikan norma-norma) ini bisa jadi karena di masa kecilnya (pelaku yang diduga laki-laki)  cenderung mempunyai hubungan yang tidak baik dengan sang ayah dan yang seharusnya belajar identifikasi diri dari sang ayah namun justu dengan ibunya dan pelaku. Kemungkinan lain pelaku kurang mempunya kedekatan kasih sayang dengan keluarganya (baik ibu atau ayah) di masa kecil.
    • Lingkungan di sekitar pelaku, bisa jadi pelaku belajar dari media atau orang-orang disekitarnya yang kurang peka dan bertanggung jawab dan bisa jadi kurangnya bekal agama.
    • Kemungkinan lain antara lain usia yang relatif  muda, kepribadian yang cenderung suka mengambil resiko, dll…

Oke..apapun penyebanya, tulisan diatas hanyalah hipotesa mengenai dinamika yang mungkin terjadi kepada si pelaku. Apapun itu, seandainya memang pelaku orang yang normal (tidak gila atau mengalami gangguan jiwa lainnya) saat ini pastinya yangbersangkutan dalam kondisi tidak tenang dan dikejar-kejar rasa bersalah (dan tentu juga dikejar dalam arti sesungguhnya oleh polisi sebagai buronan).

Manifestasi rasa bersalah ini kalau tidak ditangani dengan baik efeknya bisa seperti gunung es. Berawal dari perasaan tidak percaya diri, tidak layak dan tidak pantas mendapatkan hal-hal baik bahkan secara tidak sadar perilakunya menyabotase hal-hal baik yang terjadi pada dirinya serta cenderung mengkritik diri sendiri secara berlebihan. Perasaan ini bila tertanam dengan dalam akan menyebabkan yang bersangkutan mempunyai self image “Saya tidak baik” dan ini akan menghambat kesuksesan seseorang. Sungguh apabila pelaku masih muda dan tentunya jalannya masih panjang, masa depannya akan dipertanyakan.

Rasa bersalah yang mungkin berusaha tidak diakui bisa menimbulkan penyakit“psikosomasis”.

Psikosomatisme (otonomi psikhofisiologis) ialah kondisi di mana sejumlah konflik psikis atau psikologis dan kecemasan menjadi sebab dari timbulnya macam-macam penyakit jasmaniah atau justru membuat semakin parahnya suatu penyakit jasmaniah yang sudah ada.

Contoh dalam hal ini yang dialami oleh kakak ipar, kebetulan ybs mengalami musibah menabrak orang, meski sudah bertanggung jawab dengan keluarga korban karena besarnya rasa bersalah tiba-tiba beberapa hari setelah kejadian mata kanan kakak ipar tidak bisa melihat, setelah dicek oleh dokter spesialis mata, ternyata tidak ada kelainan apapun pada mata tersebut. Apa yang dialami kakak ipar bisa dipahami, karena sang kakak ipar  ingin melupakan kejadian dan tidak ingin melihatnya, maka tubung (mata) merespon pikiran untuk tidak melihat. (Ingat masih ingat dengan tulisan saya tentang “Kekuatan Pikiran?”).

Akhirnya seiring dengan hubungan yang baik dengan keluarga korban, mata kakak ipar pun bisa pulih kembali.

—-

Buat pelaku lihatlah wajah cantik polos nan ceria alamarhumah Zahrah ini? suatu saat Anda  mungkin menjadi bapak dari seorang putri. Coba renungkan apa yang Anda rasakan apabila ada diposisi ayah dari Zahra?

 

1346963028765923365

 

Oke..mungkin membanyangkan menjadi bapak masih terlalu jauh.

Sekarang coba bayangkan tentang Anda sendiri, tentunya siapapun ingin sukses dan hidup bahagia. Misal Anda bercita-cita menjadi penyanyi terkenal, seorang roker yang banyak fans-nya. Untuk itu Anda perlu “self image” yang baik. Yakinlah dengan mengakui kesalahan, Anda akan lebih baik karena artinya Anda telah menerima diri Anda sendiri apa adanya.

Buat keluarga pelaku, terutama ayah ibunya, terimalah pelaku apa adanya dan berilah kasih sayang yang semestinya. Tidak ada kata terlambat untuk memberikan kasih sayang. Tunjukkan kasih sayang tersebut dengan cara benar. Mengakui kesalahan dan menyerahkan diri akan lebih baik buat masa depannya.

Percayalah keluarga korban sudah ikhlas dan apabila dari awal pelaku sudah mengakui kesalahan dan meminta maaf, kasus ini sudah close.

Salam,

BY

http://lifestyle.kompasiana.com/urban/2012/09/07/di-balik-perilaku-tabrak-lari/

* sebagai bentuk empati dan rasa solidaritas, silahkan share tulisan ini lewat social network Anda

Karma Kucing

Hampir pasti bahwa semua orang tahu pesan para orang saat seseorang menabrak seekor kucing di jalan.
Bahwa sang penabrak harus berhenti dan kemudian menolong atau menguburkan kucing tersebut.
Sebagian versi menyebutkan bahwa penabrak harus menguburkan dengan tangannya sendiri dan membungkus kucing yang ditabraknya tersebut dengan baju yang dipakainya saat menabrak.
Versi lain bahkan mengharuskan penabrak menghitung bulu kucing tersebut.
Semua hal itu di bawah ancaman karma bahwa kesialan hebat akan menimpa penabrak bila hal-hal di atas tidak dilakukan.
Bila setelah menabrak kucing penabrak tidak langsung menguburkannya, apalagi kabur begitu saja.

Saya termasuk orang yang menghargai pendapat orang-orang tua, petuah dan pamali … termasuk hal di atas, saya percaya bahwa petuah dan pamali diturunkan setelah melalui penelaahan panjang, pemikiran mendalam dari generasi ke generasi…. adalah tugas kita memahami dan mengartikannya menjadi kearifan yang logis.
Saya mengartikan karma kucing di atas sebagai petuah untuk menjadi manusia, untuk menjadi insan yang bertanggung jawab, yang penuh cinta kasih terhadap sesama makhluk hidup… untuk bisa berdiri dengan jati diri sebagai manusia.
Kucing mati tidak sengaja tertabrak, kucing salah sendiri lari di jalan.. adalah sama sekali bukan pembenaran supaya penabrak bisa lari begitu saja, walau semua memang tidak dilakukan dengan rencana… tapi saat kucing itu mati, maka kita diuji rasa kemanusian kita untuk bersikap sebagaimana manusia dengan memulasara kucing mati tersebut.

Pemahaman di atas membenarkan ucapan beberapa saksi mata kejadian tabrak lari di Jl Rusa Raya, perumahan Cikarang Baru pada Siang 17 Agustus 2012 lalu di mana ananda Zahra Amelia menjadi korban meninggal, beberapa saksi mata dengan spontan mengucapkan kalimat: “BUKAN MANUSIA ITU SUPIR YANG NABRAK…BUKAN, … BINATANG KALI MEUREUN”, ujar mereka… dan Mereka mengucapkannya dengan geram, sangat terlihat dari gestur dan raut wajah mereka.
Bagaimana tidak, setelah menabrak, kemudian menyeret dan menggilas tubuh mungil Zahra, penabrak langsung kabur, bahkan hendak menabrak saja beberapa saksi mata yang mencoba menghentikan usaha kabur supir pengecut itu.
Terlihat jelas bahwa penabrak tidak memiliki rasa sebagai manusia, tidak menghargai sejumput nyawa yang telah dia renggut, tidak menghargai manusia… dia BUKAN MANUSIA.

Banyak kesaksian bahwa setelah seseorang menabrak mati kucing di jalan, mereka dihantui rasa bersalah, datang mimpi buruk dalam waktu-waktu setelahnya, bahkan bila mereka pun sudah memulasara kucing tersebut sebagaimana petuah orang tua….. Maka karma itu pun akan mengejar supir pengecut penabrak lari Zahra, kemanapun dia pergi pasti karma akan terus mengejar… tidak di lingkungan tempat tinggal, di pergaulan bersama teman, di keluarga, di sekolah, di tempat kerja…. terus karma itu akan mengejar…. tak akan dilepaskannya jiwa bersalah itu dari cengkeraman karma… !

Masih Ada Berbuat Sebagai Pengecut…

http://regional.kompasiana.com/2012/08/28/masih-ada-berbuat-sebagai-pengecut/

REP | 28 August 2012 | 11:43

 13461286821568403648
Lokasi Spanduk berada di Jalan Rusa Raya – Cikarang Baru – Kab. Bekasi

Spanduk ini terpampang  menandakan sebagai peringatan bahwa di lokasi adalah tempat terjadinya kecelakaan,

Spanduk ini menandakan buat orang-oang yang lewat dan membacanya,

Spanduk ini buat Pelaku yang masih tidak mau berani bertanggung jawab atas perbuatannya dengan kasus menabrak seorang anak yang akan menyebrang jalan.

Spanduk ini menandakan agar keluarga pelaku segera menyadarkan anak-saudara-ponakan-cucu-teman untuk segera menyerahkan diri ke Pihak Kepolisian atau datang ke pihak keluarga korban.

dan Spanduk ini khusus Pelaku yang berjiwa Pengecut.

Masih adakah Nurani ……………….

by Dwinanto Dwi – dwin2003@yahoo.com

originally posted in cikarangbaru@yahoogroups.com on Sep 3 , 2012 – 11:59 am

Kejadian kecelakaan 17 Agustus 2012 di Cikarang Baru menelan korban Jiwa.
Putri dari sahabat, saudara dan teman kami Bapak Sanusi.
Kehilangan yang paling berharga dan sangat di cintai.
Pada kesempatan ini, kami sahabat, saudara dan teman dari keluarga korban menghimbau,

Untuk Aparat Keamanan,

Bulan Syawal belum berakhir , hati bersih kembali laksana kertas kosong.
Nurani suci masih luas dan berharap tidak terkotori.
Data – data lengkap dan dugaan pelaku sudah jelas namun belum ada tindakan.
Kami berharap para penegak hukum membuka mata hatinya dan menggunakan nuraninya.
Haruskah hati Nurani terkalahkan oleh silau dunia.
Kami tidak berharap pengadilan jalanan menjadi luapan ketidak adilan dan ketidakberdayaan aparat.
Kami tidak berharap ada korban lain karena lambatnya dalam pengambilan keputusan.
Dengarlah jeritan kegelisahan atas ketidakadilan dan gunakan Hati Nurani sebagai Orang Tua Korban.
Lakukan yang terbaik bapak – bapak penegak hukum, kami berharap segera tuntas masalah ini.

Untuk Pelaku Tabrak Lari,

Jangan pernah mengaku sebagai laki-laki, jika tak bisa kau kepalkan tanganmu dan berkata “ Saya Laki – laki “.
Dan kemudian berkata “ Saya bertanggung jawab atas kejadian tanggal 17 Agustus 2012 di Rusa Raya “
Ungkapkan segala kesalahan pada Tuhan, dan sampaikan tangisan Nurani mu pada orang yang kamu cintai.
Sampaikan rasa penyesalan dan siap bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Nurani mu tak kan pernah lari, keangkuhanmu lah yang lari, kesombonganmu lah yang menutup kata Nurani mu.
Kemana pun pergi Nurani mu selalu ada dan berkata “ Jadi lah laki – laki dan akuilah segala kesalahanmu “
Masih kah ada Nurani dalam diri mu………………………………

“Kami , sahabat , teman dan saudara dari keluarga Pak Sanusi mengucapkan “ Terima Kasih atas Doa serta Dukungan semua Pihak . Kami tak akan mundur sejengkal pun sampai masalah ini selesai

Mempertanyakan Tanggung Jawab dan Nurani Pelaku Tabrak Lari

http://sosbud.kompasiana.com/2012/08/31/mempertanyakan-tanggung-jawab-dan-nurani-pelaku-tabrak-lari/

ditulis oleh pak ATG

http://www.kompasiana.com/amriltg

REP | 31 August 2012 | 04:37

13463626501269135956

Saya terhenyak saat membaca berita yang tertera di mailing list Cikarang Baru setelah kami sekeluarga baru keluar menonton film “Brandal-Brandal Ciliwung” Jum’at (17/8) sore. Saya memang baru menyalakan Blackberry dan seketika saya merasa seluruh persendian saya lemas, saat membaca bait demi bait email dilayar handphone itu. Tanpa terasa air mata saya menitik ketika spontan memeluk erat si bungsu Alya.yang terlihat kebingungan. Sebuah berita duka. Zahra (8 tahun), anak tercinta sahabat kami di milis Cikarang Baru dan Grup Sepeda Cikarang Baru Cycling (CBC), Pak Sanusi Reza, meninggal dunia dan menjadi korban tabrak lari saat menyeberang di Jalan Rusa Raya Perumahan Cikarang Baru, sekitar pukul 13.00 siang.

Saya memandang lekat kedua anak saya dan membayangkan betapa sedihnya Pak Sanusi ditinggal putri tercinta. Seorang ayah biasanya memiliki kedekatan emosional yang sangat kuat dengan anak perempuannya. Sebagai sesama ayah yang memiliki anak perempuan, tentu saja saya sungguh dapat merasakan kepedihan yang melanda batin Pak Sanusi.Terlebih menjelang saat-saat bahagia saat merayakan Idul Fitri 1433 H.

Almarhum ananda Zahra dikebumikan sore harinya dipemakaman Tegaldanas, tak jauh dari kediaman keluarga di Perumahan Cikarang Baru.

Sejak kejadian itu mailing list Cikarang Baru begitu ramai dengan berbagai posting menanggapi kejadian ini. Fokus utama tentu saja adalah pelaku tabrak lari yang hingga saat ini belum tertangkap. Peristiwa yang terjadi pada masa-masa puncak sibuk mudik dan akhir Ramadhan, tidak menyurutkan langkah teman-teman warga mailing list Cikarang Baru untuk tidak hanya memberikan dukungan moril pada Pak Sanusi sekeluarga, juga berusaha–secara independen–mengungkap pelaku tabrak lari tersebut. Beberapa kawan yang sudah mudik lebih dulu, bahkan pulang kembali ke Cikarang untuk memberikan dukungan pengungkapan kasus ini dengan menggali informasi di lokasi kejadian dan melakukan update terbaru di mailing list.

Dari beberapa fakta dilapangan diperoleh informasi bahwa sesudah menabrak ananda Zahra, pengemudi itu berusaha kabur dengan mencoba menabrak orang-orang disekitar lokasi yang menghalanginya. Menurut saksi, mobil penabrak memang melaju dengan kecepatan tinggi dan terkesan ugal-ugalan. Salah satu saksi sempat menorehkan nomor polisi kendaraan tersebut di sebuah papan pada bangunan semi permanen yang sering dipakai untuk berjualan sayur di ujung jalan Rusa Raya. Nomor itu memang tidak lengkap karena ditulis dalam keadaan darurat sesaat setelah saksi tersebut menghindar karena hampir ditabrak. Nomornya adalah B 146. “Pelaku saya hanya lihat memakai baju putih, rambut ikal agak panjang, kendaran Avanza Silver,” kata saksi yang hanya lulusan kelas IV SD dan kebetulan memiliki anak yang seumuran dengan almarhum Zahra.

Fakta diatas kian diperkuat dengan rekaman kamera CCTV tak jauh dari lokasi kejadian yang menampilkan mobil penabrak Avanza Silver melintas dibelakang sebuah mobil berwarna hitam. Foto kamera CCTV diatas menampilkan jepretan sekitar 10 detik sebelum kejadian tabrak lari terjadi. Seluruh informasi yang diperoleh telah diberikan kepada pihak berwajib dan konon berdasarkan berita terakhir pelakunya sudah mulai bisa teridentifikasi.

Perasaan geram atas perilaku pengecut dan jiwa kerdil sang penabrak lari sungguh membuat saya dan teman-teman milis Cikarang Baru berharap agar sang pelaku segera ditangkap dan diberikan hukuman yang adil dan setimpal. Mengakui kesalahan atau kecerobohannya menghilangkan nyawa putri kesayangan Pak Sanusi akan sangat dihargai dibanding kabur meninggalkan tanggung jawab. Dimana hati nurani kemanusiaan sang penabrak ? Kami sangat mengutuk kekerdilan jiwa si pelaku

Teman-teman mailing list Cikarang Baru kemudian berinisiatif untuk memasang spanduk di lokasi kejadian untuk mengenang peristiwa tragis itu, sekaligus mengingatkan agar pelakunya segera sadar dan menyerahkan diri untuk melalui proses hukum atas apa yang sudah dilakukannya. Tidak hanya itu spanduk tersebut tentu saja mengingatkan siapa saja untuk berhati-hati dan waspada mengendarai kendaraan agar tidak membahayakan nyawa orang lain, terlebih di kawasan perumahan yang padat penduduk.

Saya dan keluarga berdoa semoga ananda Zahra mendapatkan tempat terbaik disisi Allah SWT dan Pak Sanusi Reza sekeluarga diberikan ketabahan serta keikhlasan menghadapi musibah berat ini.Semoga saja kasus tabrakan tersebut segera terungkap dan pelakunya tertangkap dalam waktu cepat. Di keheningan malam saat menulis artikel ini, tanpa terasa mata saya basah terharu saat membaca puisi yang dipersembahkan pak Faisal Mahbub, salah satu anggota milis Cikarang Baru, untuk ananda almarhum Zahra

Berbaringlah dengan tenang, bidadari kecilku…
Cahaya hati ayah dan ibu

Rasakan hangat dekapan para malaikat…
Yang menyambutmu dan takkan melepaskanmu walau sesaat

Kini engkau menari dan berceloteh di taman surga, taman impian semua orang…
Hari Jum’at, penghujung Ramadhan, telah dipilih Tuhan untuk bertemu denganmu

Mengiringi kepergianmu wahai bunga di hati ayah dan bunda, teruntai do’a meski ada sesak dalam dada…

‘Ya Rabb Pemegang semua jiwa, semoga Engkau memberikan ikat rambut yg terindah kepada Zahra sehingga ia bisa menari di Taman SurgaMU’

‘Ya Tuhan Pemilik semua alam, tak ada yang bisa mencegah KetentuanMu, untuk itu berilah kekuatan kesabaran dan keikhlasan bagi kami yg mencintai Zahra’

‘Ya Rahman Ya Rahim, jadikan Zahra menjadi bidadari SurgaMU, yang akan menyambut kedua orangtuanya kelak dengan wajah dan senyum surgawinya’

‘Ya Allah, Tak ada tuhan selain Engkau, berilah kami kekuatan untuk memelihara amanahMU yg tersisa, di sisa hidup kami di dunia’.